jace'sarchive

JayWriter

๐‘บ๐’‚๐’๐’‚๐’‰ ๐‘ป๐’Š๐’๐’ˆ๐’Œ๐’‚๐’‰ By: #JayWriter . . Playlist: 1. Moira and Nieman โ€“ Lost in Translation 2. Post Malone โ€“ Sunflower 3. Oh My Girl โ€“ Nonstop


Siang itu, Kevin, Nathaniel, Zilia dan Kyu memang janjian dengan Jacob mau makan bareng dengan kakak tingkat mereka itu untuk membahas mengenai pentas musik pasca libamas kemarin. tapi, Jacob nggak datang sendiri, ada Jerry yang datang bareng. sebenernya ini cuma live music kecil-kecilan yang diadain angkatannya Hayden sebagai team yang kalah melawan adik tingkat mereka.

Empat sekawan ini ditunjuk sebagai perwakilan dari angkatan mereka, soalnya suara mereka berempat kalo kata angkatannya golden banget, udah gitu mereka berempat jago dance. Sementara itu dari angkatan Hayden ada Jacob yang indah banget kalau main gitar, Jerry dan Hayden yang suaranya jernih banget kayak dolby atmos dan Jayden yang vocalnya nggak diragukan lagi. sebenarnya percakapan itu berjalan lancar.

Namun, ada yang janggal, soalnya sepanjang pertemuan itu berlangsung, Jerry bener-bener nggak fokus. dia selalu memandang kosong ke arah tembok, kayaknya kalau mata Jerry punya cahaya laser, mungkin itu udah motong langit-langit kantin saat itu.

โ€œKak Jacie, dekor panggung gimana?โ€ Kyu buka mulut setelah mendengar brief dari sang kakak tingkat. โ€œKalo dekor biar gebetannya Hayden sama anak-anak angkatanku aja, Kyu. No probs,โ€ Jacob berujar. โ€œGebetan koko?โ€ kali ini Zilia menyorot tatapan penuh tanya dan kebingungan pada pemilik nama lengkap Alvaro Jacob Sean Widargo itu. Yang ditanya hanya terkekeh kecil sambil mengangguk. โ€œItu, anak Sastra China angkatan kalian juga kok. yang bisa main alat musik tradisional Cina itu.โ€ โ€œOh, Lana!โ€ Niel nyeletuk. โ€œPantesan,โ€ Zilia mengangguk-angguk sambil ngedumel sendiri. โ€œPantes apa, Zil?โ€ kini balik Jacob yang menatap Zilia bingung. โ€œAh nggak, Kak.โ€ Zilia tersenyum penuh arti. โ€œKamu nih pinter ya bikin orang-orang penasaran,โ€ Jacob yang tadinya duduk di seberang Zilia sampai memajukan posisi duduknya diiringi tatapan cemburu Jerry yang tertangkap oleh Kevin.

Kevin yang menangkap pemandangan itu langsung nyenggol-nyenggol Niel dan mengedikkan bahunya ke arah Kyu, Zilia, Jerry dan Jacob. Saat itu, Jerry yang nyadar posisi Jacob semakin dekat ke Zilia langsung ngeliatin Jacob dengan tatapan cemburu, sementara Kyu jadi clingy banget ke Zilia.

โ€œAduh Jamie, Zilia mau nulis,โ€ Zilia berusaha melepaskan dirinya dari rangkulan Kyu. โ€œNanti kalo udah waktunya aku ceritain deh,โ€ Zilia lalu mendorong pelan bahu Jacob, sebagai sinyal nyuruh cowok Widargo itu untuk kembali ke posisi duduknya semula.

'๐พ๐‘Ž๐‘˜ ๐ฝ๐‘Ž๐‘๐‘œ๐‘ ๐‘‘๐‘–๐‘ก๐‘œ๐‘™๐‘Ž๐‘˜ ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐˜ฉ-๐‘š๐‘’๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐˜ฉ ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘™๐‘–๐‘Ž, ๐‘๐‘ฆ๐‘’๐‘™!' Kevin nyengir sembari berbisik pada Niel yang duduk di sampingnya. '๐ฟ๐‘œ๐˜ฉ? ๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐พ๐‘Ž๐‘˜ ๐ฝ๐‘Ž๐‘๐‘’ ๐‘ ๐‘ข๐‘˜๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘™๐‘–?!' Niel balik bertanya sambil menyeruput es campurnya. '๐‘๐‘–๐‘™๐‘–๐‘Ž ๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘ก๐‘–๐‘˜, ๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘˜ ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ ๐‘ข๐‘˜๐‘Ž. ๐‘˜๐‘Ž๐‘™๐‘œ ๐‘˜๐‘ข๐‘™๐‘–๐‘Ž๐‘ก-๐‘™๐‘–๐‘Ž๐‘ก, ๐พ๐‘Ž๐‘˜ ๐ฝ๐‘Ž๐‘๐‘’, ๐‘ ๐‘Ž๐‘ก๐‘ข. ๐พ๐‘ฆ๐‘ข ๐‘”๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘‘๐‘–๐‘Ž ๐‘ ๐‘ข๐‘˜๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘™๐‘–. ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘ข๐‘  ๐‘ก๐‘ข๐˜ฉ ๐พ๐‘Ž๐‘˜ ๐ฝ๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ÿ๐‘ฆ ๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘ก๐‘Ž๐‘‘๐‘– ๐‘๐‘’๐‘š๐‘๐‘ข๐‘Ÿ๐‘ข. ๐‘†๐‘– ๐ป๐‘–๐‘Ÿ๐‘œ, ๐‘Ž๐‘‘๐‘’๐‘˜๐‘˜๐‘ข, ๐‘—๐‘ข๐‘”๐‘Ž ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘›๐‘Ž๐˜ฉ ๐‘๐‘–๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘‘๐‘–๐‘Ž ๐‘ ๐‘ข๐‘˜๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘™๐‘–๐‘Ž' bisik Kevin sembari ngeluarin tangannya terus pura-pura lagi ngitung jarinya. Ini fakta yang orang-orang belum pernah denger dan baru diketahui oleh Nathaniel, si anak paling eksis se-CreKer Uni.

โ€œKak Jerry, ada ide lagi nggak?โ€ tanya Zilia memecah awkward silence yang baru aja terbentuk. โ€œHah?โ€ Jerry cuma bisa menatap bingung karena baru aja dibangunkan dari lamunannya tentang wajah cantik Zilia dan kecemburunya melihat Jacob yang baru saja membuatnya panas, belum lagi Kyu yang sepanjang rapat nggak bosen pamer PDA** ke sekelilingnya. โ€œIya, Kak Jerry mungkin ada Ide buat rundown siapa duluan perform, berapa lagu, mau ada games atau cuma live music aja gitu?โ€ Zilia berujar sembari melihat ipadnya yang berisi catatan meeting mereka hari itu. โ€œAku ikut aja,โ€ jawab Jerry singkat sambil buang muka, salah tingkah.

Zilia hanya bisa menatap sahabat kakaknya itu dengan tatapan bingung. takut ada salah kata terlontar dari mulut mungil gadis kelahiran 18 September 1998 itu.

โ€œYa udah deh,โ€ Jacob menyadari suasana yang udah mulai nggak nyaman diantara mereka. โ€œKita udahin dulu aja. nanti berkabar lewat chat aja,โ€ pemuda berambut coklat-pirang itu berujar. โ€œZili pamit kalo gitu, habis ini ada latihan band sama Keb, Niel sama Kyu juga,โ€ Zilia bangkit dari kursinya, diikuti ketiga cowok yang berjajar di sampingnya. โ€œSee you, Zilia,โ€ Jacob berujar sambil melambaikan tangannya pada sang dara Kiandra itu. โ€œSee ya later, Kak Jace, Kak Je,โ€ Zilia mengangguk sembari melambaikan tangannya. โ€œhm.โ€ itu balasan singkat dari Jerry yang langsung buang muka menanggapi senyuman dan lambaian tangan pujaan hatinya. โ€œBye,โ€ Jacob tersenyum manis. kalau saat itu di hati Zilia udah nggak diisi oleh Kyu mungkin Zilia juga klepek-klepek disenyumin sama Jacob.


** PDA= Public Display of Affection

๐‘ซ๐’Š๐’Ž๐’‘๐’๐’†๐’” โ€“ ๐‘ท๐’‚๐’“๐’• ๐Ÿ

Playlist: 1. BTS: Dimples 2. ATEEZ: Aurora 3. Day 6: When You Love Someone

Written by: #JayWriter

โ€œYouโ€™re so pretty when you smile So every time you lose that smile Even if I have to give my all I want to give it back to youโ€ . . Oktober 2015. Kediaman Keluarga Jinandra, 17:00. . โ€œJamie kuliah di mana?โ€ tanya Zilia. Hari itu, keempat sekawan itu sedang berkumpul di rumah Jamie seusai kelas pemantapan untuk Ujian Nasional. โ€œJamie ikut Zilia aja, daftar ke mana. Kamu mau daftar di mana?โ€ jawab Jamie sambil tersenyum. Astaga, lesung pipitnya bikin jantung Zilia auto deg-degan. โ€œMungkin ke Cre-ker Uni sih, biar bareng sama Koko. terus biayanya juga ga mahal kalo lulusan SMA sini kan?โ€ Zilia berujar sambil berusaha mengatur napasnya supaya nggak keliatan kayak orang kasmaran. โ€œKalo Niel sama Keb kemana?โ€ Zilia berusaha mengubah topik pembicaraan mengingat yang ngobrol di sana ada 4 orang, bukan cuma Zilia dan Jamie. โ€œKita udah daftar ke Cre-ker Uni kemarin,โ€ Kevin dan Niel menjawab dengan bersamaan, disambut wajah Niel yang blusheu-blusheu. Jamie yang melihat itu nyengir bandel, lesung pipitnya auto nongol dan makin bikin Zilia amburadul. โ€œAku ke dapur ya, bantuin Bunda masak, udah mau makan malem kan?โ€ Zilia berujar sembari mohon diri keluar dari ruang TV tempat mereka berempat ngumpul tadi.

Jantungnya udah nggak tahan dipermainkan dengan senyum, lesung pipit dan suara oknum bernama Quentin James. Kevin sama Nathaniel yang tau isi hatinya Zilia cuma berbagi senyum penuh arti sementara Jamie berusaha mengartikan gelagat Zilia yang rada mencurigakan itu. . . Zilia nggak sungguhan ke dapur buat bantuin Bunda. Gadis itu bersembunyi ke teras belakang rumah kediaman Wira bermarga Jinandra itu untuk menenangkan dirinya. '๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ' ujar sang gadis Kiandra dalam hati sambil mengelus dadanya dan sesekali mengipas wajahnya dengan tangannya. Tanpa dia sadari, dari tadi sosok Jamie yang tadinya berniat ngambil minum ke dapur akhirnya malah bersembunyi dibalik pilar, ngintip sosok lucu dara bermata sipit yang lagi salting di taman belakang itu.

โ€œJames, liat apa, nak?โ€ Bunda muncul dari dapur dan melihat gelagat aneh Jamie. 'Ini, bun. liat deh. lucu banget,' ujar Jamie sambil bisik-bisik dan menarik Bunda untuk bersembunyi bersama dengan dirinya. 'Hehehe, Zilia kenapa? kok mukanya merah gitu?' tanya Bunda. 'Nggak tau, bun. tapi kok gemes banget. bikin adek degdegan, bun,โ€ Jamie memegang dadanya, merasakan jantungnya berdegup sedikit lebih nggak teratur dari biasanya. 'kamu suka sama dia, nak?' tembakan Bunda membuat wajah Jamie bersemu merah. 'Nggak tau, Bun. adek mau mastiin aja ini bukan perasaan sesaat. Adek takut nyakitin dia,' ungkapan Jamie barusan membuat bunda tersenyum dan membelai rambut anak bungsunya itu. 'Take your time. kalau suka, Adek berjuang buat jaga dan dapatin hati Zilia ya,โ€ Bunda tersenyum sembari berjalan ke lantai atas, tempat kamar utama berada.


๐‘ซ๐’Š๐’Ž๐’‘๐’๐’†๐’” โ€“ ๐‘ท๐’‚๐’“๐’• ๐Ÿ

Playlist: 1. BTS: Dimples 2. Lauv: Feelings 3. Lauv:Love Somebody

Written by: #JayWriter . 'That dimple is Illegal but I want it anyways,โ€ . . .

๐’๐’Š๐’๐’Š๐’‚'๐’” ๐‘ท๐’๐’Š๐’๐’• ๐‘ถ๐’‡ ๐‘ฝ๐’Š๐’†๐’˜: . September 2012, Krematorium HVN..

Jam 3 sore, hari sabtu, langit Jakarta mendung. seakan-akan langit mau mengatakan kalau mereka turut berduka bersama dengan Hayden, Zilia, Rio dan Dad. Tadi pagi, perjuangan mommy melawan penyakitnya berakhir. perempuan itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyum merekah di wajahnya. Zilia masih sesenggukan di dalam pelukan Hayden. Haydennya juga nggak mau melepas adiknya dari rengkuhannya. Baju Hayden udah basah sama airmata Zilia.

Sementara itu, tak jauh dari ruangan persemayaman, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun muncul dari elevator, masih pake seragam SMP, lari-lari sepanjang koridor mencari ruangan persemayam. kedua orang tuanya menemani Dad nya Zilia yang tengah berada di ruang permandian jenazah. Pintu kaca ruang persemayaman terbuka dan dengan segera, anak remaja pria berambut kecoklatan itu menghampiri Hayden dan Zilia.

'Zi, Jamie disini,' Jamie kemudian menatap kakak laki-laki Zilia. 'Kak, Rio kasihan sendirian, Jamie bisa jagain Zilia.โ€ . . Hayden melepas pelukannya dan melihat sosok anak laki-laki yang selalu dianggapnya bisa membantunya menjaga sang tuan putri kesayangannya. Ia kemudian mengangguk dan menyerahkan gadis dalam pelukannya pada Jamie. Zilia menatap Jamie lekat-lekat, air matanya nggak berhenti mengalir.

'Ja-Jamie, huhuhu, Mom pergi ninggalin Zili, nanti Zilia sama siapa?' . . Zilia terisak sembari memeluk Jamie. Jamie hanya bisa memeluk sang puan sembari membelai punggungnya. Sehari sebelum kepergian Mommy, Jamie sempat ikut Ayah dan Bunda membesuk Mommy. Hari itu, Mommy menitipkan putri semata wayangnya pada keluarga Jamie. Seakan-akan Mommy tau umurnya nggak lama lagi.

'Zilia punya Jamie, Niel, Kak Hayden, sama Rio. kita semua ga akan ninggalin kamu, Zi.' . . Jamie membelai punggung Zilia. Tepat pukul 6 sore, setelah Jenazah Mommy masuk ke ruang persemayaman, Jamie membimbing Zilia mendekat ke arah peti jenazah berwarna putih dengan ornamen ukiran yang dicat emas itu. '๐˜”๐˜ฐ๐˜ฎ ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜ก๐˜ช. ๐˜’๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ,' Jamie berujar. Ini bukan bohong. Ibunda Zilia, Hayden dan Rio memang cantik, dan itu diturunkan ke ketiga anaknya. setelah puas menatap wajah Mom, Jamie membimbing Zilia ke dalam ruang tunggu keluarga untuk membasuh wajahnya.

Jamie berjongkok di hadapan Zilia, Ia menangkup wajah Zilia dengan kedua tangannya.

'Mom liat Zi dari atas sana. dia nggak akan suka liat Zilia sedih. Jangan nangis lagi ya, Zi? Jamie bakal terus di samping Zi, kok,'

Jamie menghapus airmata yang membekas di kedua pipi Zilia. Sejak itu, sesuai dengan sumpahnya malam itu, Jamie tidak pernah sedikitpun meninggalkan sisi Zilia. Ia selalu menjadi tangan kanan Hayden untuk menjaga sang tuan putri dengan baik dan sungguh-sungguh.


September 2015, SMA Creker kelas 12 IPS 4.

tepat 3 tahun berlalu sejak peristiwa kepergian Mom yang begitu mendadak. Zilia, Jamie, Niel kini sudah berada di bangku kelas 12. Mereka nggak lagi tiga sekawan, sekarang ada Kevin. Kevin baru bergabung dalam pertemanan mereka saat kelas 10, awal pembagian kelas. Saat itu, Kevin yang baru balik dari Canada, belum lancar berbahasa Indonesia kesulitan berbaur dan akhirnya tiga sekawan ini berteman dan membantu Kevin menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. cerita panjangnya ada di bagian lain dari cerita ini.

Belakangan ini, Zilia sering banget nggak fokus kalau Jamie mengajak bicara. Gadis berambut panjang itu sering kali melamun dan memandang Jamie dengan pandangan kayak orang jatuh cinta. Jamie yang nggak terlalu peka soal itu biasa-biasa aja menanggapinya. Zilia suka ngeliat senyum manis Jamie yang disertai dengan lesung-pipit yang menghiasi kedua pipi wira 175 cm itu. Bahu Jamie yang lebar, yang selalu jadi sandarannya, pelukan hangat Jamie setiap kali ada yang gangguin Zilia, semua itu adalah quality yang Zilia suka dari Jamie.

Siapa aja yang tau kalo Zilia suka sama Jamie? Niel dan Kevin yang jelas selalu jadi tempat curhat Zilia karena Jamienya selalu nggak bisa nangkep kode yang dilempar Zilia. Yang saat itu bisa dilakukan Zilia adalah merasa nyaman digandeng sama Jamie, dipeluk, dan mengagumi fitur wajah Jamie saat mereka berdua jadi lawan bicara saat bercakap-cakap.

โ€”โ€“ Part 1 Endsโ€”- To be continued in Part 2.

๐๐š๐ญ๐ž ๐š๐ง๐ ๐Š๐ž๐ฏ๐ข๐ง: โ€œ๐–๐จ๐ฎ๐ฅ๐ ๐ฒ๐จ๐ฎ ๐ฌ๐ญ๐ข๐ฅ๐ฅ ๐š๐œ๐œ๐ž๐ฉ๐ญ ๐ฆ๐ž ๐š๐ฌ ๐ฐ๐ก๐š๐ญ ๐ˆ ๐š๐ฆ ๐ฐ๐ก๐ž๐ง ๐ˆ ๐ญ๐จ๐ฅ๐ ๐ฒ๐จ๐ฎ ๐ฆ๐ฒ ๐ฌ๐ž๐œ๐ซ๐ž๐ญ?โ€ Written by: #JayWriter โ€”

๐‘ฐ๐’ ๐‘ต๐’Š๐’†๐’'๐’” ๐‘ฝ๐’Š๐’†๐’˜:

๐‘†๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘’๐‘™ ๐˜ฉ๐‘–๐‘‘๐‘ข๐‘, ๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘˜ ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ก๐‘Ž๐˜ฉ๐‘ข ๐‘‘๐‘–๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘š๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘š ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐พ๐‘’๐‘ฃ๐‘–๐‘› ๐ถ๐‘ข๐‘š๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘™๐‘–๐‘Ž ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ก๐‘Ž๐‘ข, ๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘’๐‘›๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘’๐‘™ ๐‘ก๐‘Ž๐‘ข ๐‘˜๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘ข ๐‘‘๐‘–๐‘Ž ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘ก๐‘Ž ๐‘˜๐‘’ ๐‘๐‘–๐‘™๐‘–๐‘Ž, ๐‘‘๐‘–๐‘Ž ๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘˜ ๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘œ๐‘๐‘œ๐‘Ÿ ๐‘˜๐‘’ ๐‘œ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘™๐‘Ž๐‘–๐‘›. ๐‘†๐‘Ž๐‘š๐‘๐‘Ž๐‘– ๐‘ ๐‘’๐‘˜๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘”, ๐‘๐‘Ž๐˜ฉ๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐พ๐‘ฆ๐‘ข ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ ๐‘’๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘–๐‘™ ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ ๐‘Ž๐˜ฉ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘ก ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘›๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘๐‘ข๐‘› ๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘˜ ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘›๐‘Ž๐˜ฉ ๐‘ก๐‘Ž๐˜ฉ๐‘ข ๐‘ ๐‘œ๐‘Ž๐‘™ ๐‘–๐‘›๐‘–.

Hari itu, Rumah kontrakan yang biasanya ramai oleh 3 cowok dan Zilia tiba-tiba berubah jadi sepi lantaran Kyu ngajak Zilia jalan-jalan hunting foto dan cafรจ gemes. Jadinya di rumah cuma ada Kevin dan Nathaniel. Nathaniel sudah beberapa hari ini menjaga jarak sama Kevin. Niel nggak menjaga jarak dengan sahabatnya itu tanpa alasan. Ia mau mengkonfirmasi perasaannya. Pasalnya, Mas Crushnya Niel ini satu rumah dengannya. nggak lucu kalo nantinya serumah jadi awkward pasca Ia mengakui perasaannya pada sang pujaan hati.

Pagi menjelang siang itu, Nathaniel masih sibuk di dapur, dari tadi nimbang-nimbang tepung, butter, telur dan segala bahan kue lainnya. rencananya, hari ini Niel mau mencari distraction dengan membuat banana bread sementara Kevin masih tidur di kamarnya. sambil menimbang tepung terigu dan gula, Niel menimbang-nimbang juga apakah ia harus jujur pada perasaannya sendiri. Resiko terberatnya, mimpinya semalam akan menjadi kenyataan dan Ia harus puas dengan sekedar memandang punggung Kevin menjauh dari gapaiannya.

Niel dihadapkan pada dua pilihan yang berat. Kalau dia mengakui perasaannya, Kevin akan menolak dan menjauh. Atau, sebaliknya, Kevin mengambil kesempatan ini sebagai sarana untuk mengenal Niel dan memperdekat jarak diantara mereka. beberapa kali Niel menghela napas di balik maskernya. dan tepat saat ia menghela napas panjang, Kevin keluar dari kamar. kedua matanya sempat menangkap sorot mata tajam milik Kevin. Tapi, Niel mengalihkan pandangannya kembali ke apa yang ia kerjakan saat itu, melumat pisang di dalam mangkuk dengan garpu.

โ€œNiel, lu kenapa?โ€ Kevin membuka obrolan dengan pertanyaan klasiknya. โ€œEng-,N-Nggak papa, Keb,โ€ Niel gelagapan ketika ditanya oleh pemuda bersurai hitam legam itu. โ€œLies, i know you're not okay. What's gotten into you?โ€ tanya Kevin sembari berjalan mendekati posisi Niel yang kala itu sedang berada di pantry. โ€œI-I'm okay, Keb,โ€ Niel masih mengatur nafasnya. saat itu nafasnya semakin nggak beraturan karena jantungnya berdebar nggak karuan. โ€œNo, it's been days since you've talked to me freely. gue kangen Niel yang dulu,โ€ ungkap kevin lembut, masih berjalan mendekat ke arah tempat Niel berdiri. ๐‘ซ๐’–๐’ˆ ๐‘ซ๐’–๐’ˆ ๐‘ซ๐’–๐’ˆ ๐‘ซ๐’–๐’ˆ โ€“ Jantung Niel bukannya semakin pelan, detaknya makin kedengaran dan ritmenya pun semakin nggak beraturan. โ€œStop disitu!โ€ Niel berujar sambil menggerakan tangannya, menyuruh Kevin berhenti di tempatnya. โ€œHah? kenapa?โ€ tanya Kevin bingung. kedua alisnya bertaut. โ€œGue lagi bikin kue. duduk di sofa aja dulu. jangan deket-deket,โ€ seru Niel sambil mengatur detak jantungnya. โ€œOkay,โ€ Kevin mengangguk sembari menatap Niel dengan tatapan bingung.


๐‘ฐ๐’ ๐‘ฒ๐’†๐’—๐’Š๐’'๐’” ๐‘ฌ๐’š๐’†๐’”:

๐‘†๐‘ข๐‘‘๐‘Ž๐˜ฉ ๐‘ ๐‘’๐‘—๐‘Ž๐‘˜ ๐‘†๐‘€๐ด ๐พ๐‘’๐‘ฃ๐‘–๐‘› ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘”-๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘–๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘‘๐‘–๐‘Ž ๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘˜ ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘Ž ๐‘—๐‘Ž๐‘ก๐‘ข๐˜ฉ ๐‘๐‘–๐‘›๐‘ก๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘š๐‘๐‘ข๐‘Ž๐‘›, ๐‘ ๐‘’๐‘‘๐‘’๐‘˜๐‘Ž๐‘ก ๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘๐‘ข๐‘› ๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘˜๐‘Ž ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘ก๐‘’๐‘š๐‘Ž๐‘›, ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘–๐‘ก๐‘ข ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘ ๐‘’๐‘˜๐‘Ž๐‘™๐‘– ๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘˜ ๐‘ก๐‘ข๐‘š๐‘๐‘ข๐˜ฉ. ๐พ๐‘’๐‘ฃ๐‘–๐‘› ๐‘๐‘ข๐‘› ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘๐‘œ๐‘๐‘Ž ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘–๐‘˜ ๐‘ ๐‘Ž๐‘š๐‘Ž ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘š๐‘๐‘ข๐‘Ž๐‘›, ๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘– ๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž๐‘˜ ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐˜ฉ๐‘Ž๐‘ ๐‘–๐‘™. ๐พ๐‘’๐‘ฃ๐‘–๐‘› ๐‘‘๐‘–๐‘Ž๐‘š-๐‘‘๐‘–๐‘Ž๐‘š ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘”๐‘ข๐‘š๐‘– ๐‘๐‘–๐‘’๐‘™. ๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘๐‘Ž ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ก๐‘Ž๐‘ข.

Kevin bingung. Gimana nggak bingung, Niel yang awalnya begitu akrab dengannya, tiba-tiba melangkah menjauh. Dia nggak tau apa alasan Niel menjaga jarak dengannya. biasanya, Niel selalu pulang dan pergi ke kampus bersama dengan Kevin, Zilia dan Jamie. Belakangan, temannya itu lebih memilih berangkat naik taksi online atau naik bus kampus. Biasanya, keduanya sering bertukar pikiran atau sekadar mengerjakan tugas bersama. tapi sudah berapa lama kebersamaan itu tak lagi terasa. Kamarnya sebelahan, rasa beda satu lantai.

Pagi itu kejadian terulang lagi. Usaha pemuda bersurai hitam legam itu untuk meruntuhkan tembok dan jarak di antara mereka dihentikan oleh Nathaniel yang sedang menyibukkan dirinya dengan bikin kue. Kevin bingung dengan cara apa lagi ia bisa merubuhkan tembok transparan yang tak kasat mata itu. Denting tungku oven memecah kesunyian ruang makan kontrakan berempat. Kevin dengan sigap mengangkat kepalanya. Niel nggak pakai sarung tangan saat itu. Kevin cepat-cepat berlari ke dekat oven setelah menyambar sepasang sarung tangan heatproof yang ada di samping oven.

โ€œUdah, biar gua aja,โ€ Kevin berujar sembari mematikan ovennya sebelum membuka pintu oven dan mengeluarkan banana bread buatan Niel. โ€œKan gue bisa sendiri,โ€ Niel protes. โ€œIya lu bisa sendiri tapi sarung tangannya di gua,โ€ Kevin menghela napasnya. โ€œCuci tangan, bersih-bersih dulu. tunggu banana breadnya dingin. gue buatin latte.โ€

Niel nggak bisa menolak. Ia membalikkan badannya dan mulai mencuci peranti yang baru saja dipakainya untuk membuat kue. tanpa ia sadari, Kevin mendekat dan berhenti di balik punggungnya. Kevin perlahan melingkarkan tangannya mengelilingi pinggang Niel yang menurut Kevin sangat 'delicate' dan menyandarkan dagunya di bahu pria berambut kecoklatan itu. Manik cokelat Niel membelalak ketika merasakan ada kepala yang bersandar di bahunya. tiba-tiba jantungnya berdetak keras dan tak lagi teratur.

โ€œJangan lari lagi, Nyel. Gue berhenti karena tau rumah gue di sini,โ€ Kevin memejamkan matanya tanpa ada niatan melepas pelukannya dari pinggang Niel.


๐™Ž๐™š๐™˜๐™ช๐™ž๐™ก ๐™†๐™ž๐™จ๐™–๐™ ๐™๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ƒ๐™ž๐™ง๐™ค: . '๐™Ž๐™ช๐™ฅ๐™š๐™ง๐™๐™š๐™ง๐™ค ๐™๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™†๐™–๐™  ๐™•๐™ž'

Written by: #JayWriter

. ๐๐จ๐ญ ๐€๐ฅ๐ฅ ๐‡๐ž๐ซ๐จ๐ž๐ฌ ๐ฐ๐ž๐š๐ซ๐ฌ ๐œ๐š๐ฉ๐ž, ๐ก๐š๐ฏ๐ž ๐ฌ๐ฎ๐ฉ๐ž๐ซ ๐ก๐ฎ๐ฆ๐š๐ง ๐ฉ๐จ๐ฐ๐ž๐ซ๐ฌ, ๐ž๐ฑ๐ญ๐ซ๐š๐จ๐ซ๐๐ข๐ง๐š๐ซ๐ฒ ๐ฉ๐จ๐ฐ๐ž๐ซ๐ฌ ๐จ๐ซ ๐š๐›๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ž๐ฌ. ๐ˆ ๐œ๐š๐ง ๐›๐ž ๐ญ๐ก๐ž ๐ก๐ž๐ซ๐จ ๐ˆ ๐ฐ๐š๐ง๐ญ๐ž๐ ๐ฆ๐ฒ๐ฌ๐ž๐ฅ๐Ÿ ๐ญ๐จ ๐›๐ž. ๐‡๐ž๐ซ๐จ๐ž๐ฌ ๐š๐ซ๐ž ๐ฌ๐จ๐ฆ๐ž๐จ๐ง๐ž ๐ฐ๐ก๐จ ๐ข๐ฌ ๐ฐ๐ข๐ฅ๐ฅ๐ข๐ง๐  ๐ญ๐จ ๐›๐ฎ๐ซ๐ง ๐ญ๐ก๐ž๐ฆ๐ฌ๐ž๐ฅ๐ฏ๐ž๐ฌ ๐ญ๐จ ๐ฆ๐š๐ค๐ž ๐ญ๐ก๐ž ๐จ๐ง๐ž ๐ก๐ž ๐ฅ๐จ๐ฏ๐ž๐ฌ ๐ฌ๐ก๐ข๐ง๐ž๐ฌ. ๐‹๐ข๐ค๐ž ๐ก๐จ๐ฐ ๐ฉ๐ก๐จ๐ž๐ง๐ข๐ฑ ๐›๐ฎ๐ซ๐ง๐ฌ ๐ก๐ข๐ฆ๐ฌ๐ž๐ฅ๐Ÿ ๐จ๐ฎ๐ญ ๐š๐ง๐ ๐ซ๐ข๐ฌ๐ž๐ฌ ๐š๐ ๐š๐ข๐ง ๐Ÿ๐ซ๐จ๐ฆ ๐ญ๐ก๐ž ๐š๐ฌ๐ก๐ž๐ฌ. .

Hiro mengenal sosok Zilia semenjak ia duduk di bangku SMP. sama seperti Kevin yang bergabung dalam lingkaran pertemanan Zilia sewaktu SMA, Hiro juga baru mengenal Dimas Ario, Alistair dan Eric saat SMP. satu perbedaannya, dalam lingkar pertemanan Rio ini, cukup banyak siswa pindahan dari luar negeri. Alistair pindahan dari hongkong dan karena keterbatasan bahasa, Al yang setahun lebih tua dari Rio, Hiro dan Eric harus mengulang setahun. sama halnya dengan Hiro yang pindahan dari Canada pun kesulitan berteman cuma Rio dan Eric yang mau nemenin mereka.

Tiap pulang sekolah, Rio selalu ajak tiga temennya ini untuk main ke rumah dan belajar Bahasa Indonesia dengan bantuan Zilia dan Hayden. Hiro dan Al termasuk dalam jajaran cowok populer karena Hiro dan Al bergabung dalam team hip-hop dance di sekolah mereka. setiap tanggal 14 februari, Hiro dan Al langganan banget disamperin cewek-cewek dan dikasih coklat, boneka atau bunga. Hal ini langsung ditolak mentah-mentah sama Hiro. entah berapa hati cewek yang udah terang-terangan ditolak sama Hiro sampe sekarang. kenapa Hiro menolak cewek-cewek itu? ya karena Hiro suka sama seseorang.

Mata Hiro selalu punya sinar yang berbeda kala remaja 18 tahun itu memandang wajah gadis yang merupakan kakak perempuan teman dekatnya itu. '๐‘ก๐˜ฉ๐‘–๐‘  ๐‘“๐‘’๐‘’๐‘™๐‘–๐‘›๐‘” ๐‘–๐‘  ๐‘›๐‘œ๐‘ก ๐‘—๐‘ข๐‘ ๐‘ก ๐‘Ž ๐‘“๐‘™๐‘–๐‘›๐‘”' begitu ungkap Hiro setiap kali Kevin mempertanyakan keseriusan perasaannya terhadap sahabat abangnya itu. Hiro kerap kali menyaksikan Rio melibas orang-orang yang mengganggu Zilia dan di lubuk hatinya yang terdalam, dia juga berjanji ia akan jadi superhero buat Kak Zi yang disayanginya itu.

โ€œ๐—ฆ๐˜‚๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฒ๐—ฟ๐—ผ? ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—›๐—ถ๐˜†๐—ผ ๐˜€๐˜‚๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ ๐˜€๐—ผ๐—น๐—ฑ๐—ถ๐—ฒ๐—ฟ ๐—ธ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ ๐—–๐—ฎ๐—ฝ๐˜๐—ฎ๐—ถ๐—ป ๐—”๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ฐ๐—ฎ ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ถ๐—ป ๐—ฝ๐—ถ๐—ธ๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ธ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—ณ๐—ฒ๐˜€๐˜€๐—ผ๐—ฟ ๐—ซ?โ€ Kevin kerap kali menggoda Hiro dengan pertanyaan itu ketika sang wira bermata sipit itu hendak pergi berlatih beladiri di sekolahnya. Alih-alih marah sama koko Kevinnya, Hiro hanya mendengus dan berkata, '๐พ๐‘œ ๐พ๐‘’๐‘ฃ, ๐‘”๐‘Ž ๐‘ ๐‘’๐‘š๐‘ข๐‘Ž ๐‘ ๐‘ข๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐˜ฉ๐‘’๐‘Ÿ๐‘œ ๐‘๐‘ข๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž๐‘, ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘Ž ๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐˜ฉ๐‘–๐‘› ๐‘ ๐‘’๐‘š๐‘ข๐‘Ž ๐‘™๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘˜๐‘Ž, ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘ข๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘ ๐‘’๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž ๐‘˜๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘› ๐‘๐‘ข๐‘Ž๐‘ก ๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐˜ฉ๐‘–๐‘› ๐‘™๐‘Ž๐‘ค๐‘Ž๐‘›๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž. ๐‘†๐‘ข๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐˜ฉ๐‘’๐‘Ÿ๐‘œ ๐‘–๐‘ก๐‘ข ๐‘œ๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘ข๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž ๐˜ฉ๐‘Ž๐‘ก๐‘– ๐‘š๐‘’๐‘š๐‘๐‘’๐‘™๐‘Ž ๐‘ ๐‘’๐‘ ๐‘ข๐‘Ž๐‘ก๐‘ข ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘‘๐‘–๐‘Ž ๐‘ ๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘”.' Kalimat inilah yang selalu berhasil membuat Kevin mati kutu pendapatnya dikalahkan oleh adik yang dikiranya cuma anak kemarin sore yang cuma pengen kelihatan keren supaya diakui sama gebetannya.


Sudah lama perasaan itu terpendam dalam hatinya. Tapi Hiro nggak berani menyatakan. Dia tahu, Zilia cantik, pasti banyak yang menaruh hati pada gadis berusia 21 tahun itu. Kerap kali, Hiro mengagumi Zilia dalam diam. Kadang, di dalam studio rekaman yang dikelola oleh ayahnya, ia mendekam dan menulis segala yang terkubur dalam lubuk hatinya menjadi sebuah lagu. Lagunya cuma direkam dan mendekam di folder yang diberi titel '๐–ฃ๐–บ๐—‹๐—‚ ๐–ง๐—‚๐—’๐—ˆ ๐—Ž๐—‡๐—๐—Ž๐—„ ๐–ณ๐—Ž๐–บ๐—‡ ๐–ฏ๐—Ž๐—๐—‹๐—‚ ๐–ช๐—‚๐–บ๐—‡๐–ฝ๐—‹๐–บ'. di dalam folder itu cuma ada 1 lagu, judulnya 'I Wish' setahun terakhir ini, Hiro mendekam di studio untuk menyempurnakan lagu itu.

Kalo denger lagu itu, kayak Hiro lagi ngomong sama Zilia kalau dia nggak mau terjebak di Zona Teman lagi. Hiro mengungkapkan semua perasaan yang bercokol dalam hatinya selama bertahun-tahun dalam lagu itu. Siapapun yang denger lagu itu dan udah deket sama Hiro pasti tau itu curhatan Hiro dari apa yang sudah dia rasakan selama bertahun-tahun berteman sama Rio dan berada di-friendzone oleh kakaknya Rio. awalnya memang nggak papa, tapi semakin banyak saingan Rio, semakin anak ini kepingin menyaingi orang-orang yang masuk dalam sekte pemuja Zilia.


Semalam Sebelum Liga Basket Antar Angkatan By: #JayWriter

โ€œGue nggak punya jersey angkatan,โ€ Zilia merajuk sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya di atas meja makan. โ€œKita kan ikut tanding semua, Zi,โ€ Kevin berujar sembari membantu Niel beres-beres meja makan. โ€œEh, bener juga ya. kalo gitu pake yang dikasih sama Kak Jacie aja ya?โ€ Zilia tersenyum sembari beranjak dari tempat duduknya dan mengambil lap microfiber berwarna pink mentereng yang tergantung di samping w