<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>jaywriter &amp;mdash; jace&#39;sarchive</title>
    <link>https://kokojeikob.writeas.com/tag:jaywriter</link>
    <description>yang nulis tiga sekamar </description>
    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 19:12:40 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>𝑺𝒂𝒍𝒂𝒉 𝑻𝒊𝒏𝒈𝒌𝒂𝒉</title>
      <link>https://kokojeikob.writeas.com/vkvi6i6yyehwrhpd?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[𝑺𝒂𝒍𝒂𝒉 𝑻𝒊𝒏𝒈𝒌𝒂𝒉&#xA;By: #JayWriter&#xA;.&#xA;.&#xA;Playlist:&#xA;Moira and Nieman - Lost in Translation&#xA;Post Malone - Sunflower&#xA;Oh My Girl - Nonstop&#xA;----&#xA;&#xA;Siang itu, Kevin, Nathaniel, Zilia dan Kyu memang janjian dengan Jacob mau makan bareng dengan kakak tingkat mereka itu untuk membahas mengenai pentas musik pasca libamas kemarin. tapi, Jacob nggak datang sendiri, ada Jerry yang datang bareng. sebenernya ini cuma live music kecil-kecilan yang diadain angkatannya Hayden sebagai team yang kalah melawan adik tingkat mereka. &#xA;&#xA;Empat sekawan ini ditunjuk sebagai perwakilan dari angkatan mereka, soalnya suara mereka berempat kalo kata angkatannya golden banget, udah gitu mereka berempat jago dance. Sementara itu dari angkatan Hayden ada Jacob yang indah banget kalau main gitar, Jerry dan Hayden yang suaranya jernih banget kayak dolby atmos dan Jayden yang vocalnya nggak diragukan lagi. sebenarnya percakapan itu berjalan lancar. &#xA;&#xA;Namun, ada yang janggal, soalnya sepanjang pertemuan itu berlangsung, Jerry bener-bener nggak fokus. dia selalu memandang kosong ke arah tembok, kayaknya kalau mata Jerry punya cahaya laser, mungkin itu udah motong langit-langit kantin saat itu.&#xA;&#xA;&#34;Kak Jacie, dekor panggung gimana?&#34; Kyu buka mulut setelah mendengar brief dari sang kakak tingkat.&#xA;&#34;Kalo dekor biar gebetannya Hayden sama anak-anak angkatanku aja, Kyu. No probs,&#34; Jacob berujar.&#xA;&#34;Gebetan koko?&#34; kali ini Zilia menyorot tatapan penuh tanya dan kebingungan pada pemilik nama lengkap Alvaro Jacob Sean Widargo itu.&#xA;Yang ditanya hanya terkekeh kecil sambil mengangguk. &#34;Itu, anak Sastra China angkatan kalian juga kok. yang bisa main alat musik tradisional Cina itu.&#34;&#xA;&#34;Oh, Lana!&#34; Niel nyeletuk.&#xA;&#34;Pantesan,&#34; Zilia mengangguk-angguk sambil ngedumel sendiri.&#xA;&#34;Pantes apa, Zil?&#34; kini balik Jacob yang menatap Zilia bingung.&#xA;&#34;Ah nggak, Kak.&#34; Zilia tersenyum penuh arti.&#xA;&#34;Kamu nih pinter ya bikin orang-orang penasaran,&#34; Jacob yang tadinya duduk di seberang Zilia sampai memajukan posisi duduknya diiringi tatapan cemburu Jerry yang tertangkap oleh Kevin. &#xA;&#xA;Kevin yang menangkap pemandangan itu langsung nyenggol-nyenggol Niel dan mengedikkan bahunya ke arah Kyu, Zilia, Jerry dan Jacob. Saat itu, Jerry yang nyadar posisi Jacob semakin dekat ke Zilia langsung ngeliatin Jacob dengan tatapan cemburu, sementara Kyu jadi clingy banget ke Zilia.&#xA;&#xA;&#34;Aduh Jamie, Zilia mau nulis,&#34; Zilia berusaha melepaskan dirinya dari rangkulan Kyu. &#34;Nanti kalo udah waktunya aku ceritain deh,&#34; Zilia lalu mendorong pelan bahu Jacob, sebagai sinyal nyuruh cowok  Widargo itu untuk kembali ke posisi duduknya semula. &#xA;&#xA;&#39;𝐾𝑎𝑘 𝐽𝑎𝑐𝑜𝑏 𝑑𝑖𝑡𝑜𝑙𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝘩-𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝘩 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎, 𝑁𝑦𝑒𝑙!&#39; Kevin nyengir sembari berbisik pada Niel yang duduk di sampingnya.&#xA;&#39;𝐿𝑜𝘩? 𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝐾𝑎𝑘 𝐽𝑎𝑐𝑒 𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖?!&#39; Niel balik bertanya sambil menyeruput es campurnya.&#xA;&#39;𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎 𝑐𝑎𝑛𝑡𝑖𝑘, 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑢𝑘𝑎. 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑘𝑢𝑙𝑖𝑎𝑡-𝑙𝑖𝑎𝑡, 𝐾𝑎𝑘 𝐽𝑎𝑐𝑒, 𝑠𝑎𝑡𝑢. 𝐾𝑦𝑢 𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑑𝑖𝑎 𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖. 𝑡𝑒𝑟𝑢𝑠 𝑡𝑢𝘩 𝐾𝑎𝑘 𝐽𝑒𝑟𝑟𝑦 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑡𝑎𝑑𝑖 𝑐𝑒𝑚𝑏𝑢𝑟𝑢. 𝑆𝑖 𝐻𝑖𝑟𝑜, 𝑎𝑑𝑒𝑘𝑘𝑢, 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎𝘩 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎 𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎&#39; bisik Kevin sembari ngeluarin tangannya terus pura-pura lagi ngitung jarinya. Ini fakta yang orang-orang belum pernah denger dan baru diketahui oleh Nathaniel, si anak paling eksis se-CreKer Uni. &#xA;&#xA;&#34;Kak Jerry, ada ide lagi nggak?&#34; tanya Zilia memecah awkward silence yang baru aja terbentuk.&#xA;&#34;Hah?&#34; Jerry cuma bisa menatap bingung karena baru aja dibangunkan dari lamunannya tentang wajah cantik Zilia dan kecemburunya melihat Jacob yang baru saja membuatnya panas, belum lagi Kyu yang sepanjang rapat nggak bosen pamer PDA ke sekelilingnya.&#xA;&#34;Iya, Kak Jerry mungkin ada Ide buat rundown siapa duluan perform, berapa lagu, mau ada games atau cuma live music aja gitu?&#34; Zilia berujar sembari melihat ipadnya yang berisi catatan meeting mereka hari itu.&#xA;&#34;Aku ikut aja,&#34; jawab Jerry singkat sambil buang muka, salah tingkah.&#xA;&#xA;Zilia hanya bisa menatap sahabat kakaknya itu dengan tatapan bingung. takut ada salah kata terlontar dari mulut mungil gadis kelahiran 18 September 1998 itu.&#xA;&#xA;&#34;Ya udah deh,&#34; Jacob menyadari suasana yang udah mulai nggak nyaman diantara mereka. &#34;Kita udahin dulu aja. nanti berkabar lewat chat aja,&#34; pemuda berambut coklat-pirang itu berujar. &#xA;&#34;Zili pamit kalo gitu, habis ini ada latihan band sama Keb, Niel sama Kyu juga,&#34; Zilia bangkit dari kursinya, diikuti ketiga cowok yang berjajar di sampingnya.&#xA;&#34;See you, Zilia,&#34; Jacob berujar sambil melambaikan tangannya pada sang dara Kiandra itu.&#xA;&#34;See ya later, Kak Jace, Kak Je,&#34; Zilia mengangguk sembari melambaikan tangannya.&#xA;&#34;hm.&#34; itu balasan singkat dari Jerry yang langsung buang muka menanggapi senyuman dan lambaian tangan pujaan hatinya.&#xA;&#34;Bye,&#34; Jacob tersenyum manis. kalau saat itu di hati Zilia udah nggak diisi oleh Kyu mungkin Zilia juga klepek-klepek disenyumin sama Jacob.&#xA;----&#xA;&#xA; PDA= Public Display of Affection]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>𝑺𝒂𝒍𝒂𝒉 𝑻𝒊𝒏𝒈𝒌𝒂𝒉
By: <a href="https://kokojeikob.writeas.com/tag:JayWriter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">JayWriter</span></a>
.
.
Playlist:
1. Moira and Nieman – Lost in Translation
2. Post Malone – Sunflower
3. Oh My Girl – Nonstop</p>

<hr/>

<p>Siang itu, Kevin, Nathaniel, Zilia dan Kyu memang janjian dengan Jacob mau makan bareng dengan kakak tingkat mereka itu untuk membahas mengenai pentas musik pasca libamas kemarin. tapi, Jacob nggak datang sendiri, ada Jerry yang datang bareng. sebenernya ini cuma live music kecil-kecilan yang diadain angkatannya Hayden sebagai team yang kalah melawan adik tingkat mereka.</p>

<p>Empat sekawan ini ditunjuk sebagai perwakilan dari angkatan mereka, soalnya suara mereka berempat kalo kata angkatannya golden banget, udah gitu mereka berempat jago dance. Sementara itu dari angkatan Hayden ada Jacob yang indah banget kalau main gitar, Jerry dan Hayden yang suaranya jernih banget kayak dolby atmos dan Jayden yang vocalnya nggak diragukan lagi. sebenarnya percakapan itu berjalan lancar.</p>

<p>Namun, ada yang janggal, soalnya sepanjang pertemuan itu berlangsung, Jerry bener-bener nggak fokus. dia selalu memandang kosong ke arah tembok, kayaknya kalau mata Jerry punya cahaya laser, mungkin itu udah motong langit-langit kantin saat itu.</p>

<p>“Kak Jacie, dekor panggung gimana?” Kyu buka mulut setelah mendengar brief dari sang kakak tingkat.
“Kalo dekor biar gebetannya Hayden sama anak-anak angkatanku aja, Kyu. No probs,” Jacob berujar.
“Gebetan koko?” kali ini Zilia menyorot tatapan penuh tanya dan kebingungan pada pemilik nama lengkap Alvaro Jacob Sean Widargo itu.
Yang ditanya hanya terkekeh kecil sambil mengangguk. “Itu, anak Sastra China angkatan kalian juga kok. yang bisa main alat musik tradisional Cina itu.”
“Oh, Lana!” Niel nyeletuk.
“Pantesan,” Zilia mengangguk-angguk sambil ngedumel sendiri.
“Pantes apa, Zil?” kini balik Jacob yang menatap Zilia bingung.
“Ah nggak, Kak.” Zilia tersenyum penuh arti.
“Kamu nih pinter ya bikin orang-orang penasaran,” Jacob yang tadinya duduk di seberang Zilia sampai memajukan posisi duduknya diiringi tatapan cemburu Jerry yang tertangkap oleh Kevin.</p>

<p>Kevin yang menangkap pemandangan itu langsung nyenggol-nyenggol Niel dan mengedikkan bahunya ke arah Kyu, Zilia, Jerry dan Jacob. Saat itu, Jerry yang nyadar posisi Jacob semakin dekat ke Zilia langsung ngeliatin Jacob dengan tatapan cemburu, sementara Kyu jadi clingy banget ke Zilia.</p>

<p>“Aduh Jamie, Zilia mau nulis,” Zilia berusaha melepaskan dirinya dari rangkulan Kyu. “Nanti kalo udah waktunya aku ceritain deh,” Zilia lalu mendorong pelan bahu Jacob, sebagai sinyal nyuruh cowok  Widargo itu untuk kembali ke posisi duduknya semula.</p>

<p>&#39;𝐾𝑎𝑘 𝐽𝑎𝑐𝑜𝑏 𝑑𝑖𝑡𝑜𝑙𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝘩-𝑚𝑒𝑛𝑡𝑎𝘩 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎, 𝑁𝑦𝑒𝑙!&#39; Kevin nyengir sembari berbisik pada Niel yang duduk di sampingnya.
&#39;𝐿𝑜𝘩? 𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝐾𝑎𝑘 𝐽𝑎𝑐𝑒 𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖?!&#39; Niel balik bertanya sambil menyeruput es campurnya.
&#39;𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎 𝑐𝑎𝑛𝑡𝑖𝑘, 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑢𝑘𝑎. 𝑘𝑎𝑙𝑜 𝑘𝑢𝑙𝑖𝑎𝑡-𝑙𝑖𝑎𝑡, 𝐾𝑎𝑘 𝐽𝑎𝑐𝑒, 𝑠𝑎𝑡𝑢. 𝐾𝑦𝑢 𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑑𝑎𝑟 𝑑𝑖𝑎 𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖. 𝑡𝑒𝑟𝑢𝑠 𝑡𝑢𝘩 𝐾𝑎𝑘 𝐽𝑒𝑟𝑟𝑦 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑡𝑎𝑑𝑖 𝑐𝑒𝑚𝑏𝑢𝑟𝑢. 𝑆𝑖 𝐻𝑖𝑟𝑜, 𝑎𝑑𝑒𝑘𝑘𝑢, 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎𝘩 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎 𝑠𝑢𝑘𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎&#39; bisik Kevin sembari ngeluarin tangannya terus pura-pura lagi ngitung jarinya. Ini fakta yang orang-orang belum pernah denger dan baru diketahui oleh Nathaniel, si anak paling eksis se-CreKer Uni.</p>

<p>“Kak Jerry, ada ide lagi nggak?” tanya Zilia memecah awkward silence yang baru aja terbentuk.
“Hah?” Jerry cuma bisa menatap bingung karena baru aja dibangunkan dari lamunannya tentang wajah cantik Zilia dan kecemburunya melihat Jacob yang baru saja membuatnya panas, belum lagi Kyu yang sepanjang rapat nggak bosen pamer PDA** ke sekelilingnya.
“Iya, Kak Jerry mungkin ada Ide buat rundown siapa duluan perform, berapa lagu, mau ada games atau cuma live music aja gitu?” Zilia berujar sembari melihat ipadnya yang berisi catatan meeting mereka hari itu.
“Aku ikut aja,” jawab Jerry singkat sambil buang muka, salah tingkah.</p>

<p>Zilia hanya bisa menatap sahabat kakaknya itu dengan tatapan bingung. takut ada salah kata terlontar dari mulut mungil gadis kelahiran 18 September 1998 itu.</p>

<p>“Ya udah deh,” Jacob menyadari suasana yang udah mulai nggak nyaman diantara mereka. “Kita udahin dulu aja. nanti berkabar lewat chat aja,” pemuda berambut coklat-pirang itu berujar.
“Zili pamit kalo gitu, habis ini ada latihan band sama Keb, Niel sama Kyu juga,” Zilia bangkit dari kursinya, diikuti ketiga cowok yang berjajar di sampingnya.
“See you, Zilia,” Jacob berujar sambil melambaikan tangannya pada sang dara Kiandra itu.
“See ya later, Kak Jace, Kak Je,” Zilia mengangguk sembari melambaikan tangannya.
“hm.” itu balasan singkat dari Jerry yang langsung buang muka menanggapi senyuman dan lambaian tangan pujaan hatinya.
“Bye,” Jacob tersenyum manis. kalau saat itu di hati Zilia udah nggak diisi oleh Kyu mungkin Zilia juga klepek-klepek disenyumin sama Jacob.</p>

<hr/>

<p>** PDA= Public Display of Affection</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kokojeikob.writeas.com/vkvi6i6yyehwrhpd</guid>
      <pubDate>Tue, 29 Sep 2020 02:35:55 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>𝑫𝒊𝒎𝒑𝒍𝒆𝒔 - 𝑷𝒂𝒓𝒕 𝟐</title>
      <link>https://kokojeikob.writeas.com/8caijamgjkxw6166?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[𝑫𝒊𝒎𝒑𝒍𝒆𝒔 - 𝑷𝒂𝒓𝒕 𝟐&#xA;&#xA;Playlist:&#xA;BTS: Dimples&#xA;ATEEZ: Aurora&#xA;Day 6: When You Love Someone&#xA;&#xA;Written by: #JayWriter&#xA;&#xA;&#34;You’re so pretty when you smile&#xA;  So every time you lose that smile&#xA;  Even if I have to give my all&#xA;  I want to give it back to you&#34;&#xA;.&#xA;.&#xA;Oktober 2015.&#xA;Kediaman Keluarga Jinandra, 17:00.&#xA;.&#xA;&#34;Jamie kuliah di mana?&#34; tanya Zilia. Hari itu, keempat sekawan itu sedang berkumpul di rumah Jamie seusai kelas pemantapan untuk Ujian Nasional.&#xA;&#34;Jamie ikut Zilia aja, daftar ke mana. Kamu mau daftar di mana?&#34; jawab Jamie sambil tersenyum. Astaga, lesung pipitnya bikin jantung Zilia auto deg-degan. &#xA;&#34;Mungkin ke Cre-ker Uni sih, biar bareng sama Koko. terus biayanya juga ga mahal kalo lulusan SMA sini kan?&#34; Zilia berujar sambil berusaha mengatur napasnya supaya nggak keliatan kayak orang kasmaran.&#xA;&#34;Kalo Niel sama Keb kemana?&#34; Zilia berusaha mengubah topik pembicaraan mengingat yang ngobrol di sana ada 4 orang, bukan cuma Zilia dan Jamie.&#xA;&#34;Kita udah daftar ke Cre-ker Uni kemarin,&#34; Kevin dan Niel menjawab dengan bersamaan, disambut wajah Niel yang blusheu-blusheu. Jamie yang melihat itu nyengir bandel, lesung pipitnya auto nongol dan makin bikin Zilia amburadul.&#xA;&#34;Aku ke dapur ya, bantuin Bunda masak, udah mau makan malem kan?&#34; Zilia berujar sembari mohon diri keluar dari ruang TV tempat mereka berempat ngumpul tadi. &#xA;&#xA;Jantungnya udah nggak tahan dipermainkan dengan senyum, lesung pipit dan suara oknum bernama Quentin James. Kevin sama Nathaniel yang tau isi hatinya Zilia cuma berbagi senyum penuh arti sementara Jamie berusaha mengartikan gelagat Zilia yang rada mencurigakan itu.&#xA;.&#xA;.&#xA;Zilia nggak sungguhan ke dapur buat bantuin Bunda. Gadis itu bersembunyi ke teras belakang rumah kediaman Wira bermarga Jinandra itu untuk menenangkan dirinya. &#39;𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘢𝘫𝘢 𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘢𝘯&#39; ujar sang gadis Kiandra dalam hati sambil mengelus dadanya dan sesekali mengipas wajahnya dengan tangannya. Tanpa dia sadari, dari tadi sosok Jamie yang tadinya berniat ngambil minum ke dapur akhirnya malah bersembunyi dibalik pilar, ngintip sosok lucu dara bermata sipit yang lagi salting di taman belakang itu.&#xA;&#xA;&#34;James, liat apa, nak?&#34; Bunda muncul dari dapur dan melihat gelagat aneh Jamie.&#xA;&#39;Ini, bun. liat deh. lucu banget,&#39; ujar Jamie sambil bisik-bisik dan menarik Bunda untuk bersembunyi bersama dengan dirinya.&#xA;&#39;Hehehe, Zilia kenapa? kok mukanya merah gitu?&#39; tanya Bunda.&#xA;&#39;Nggak tau, bun. tapi kok gemes banget. bikin adek degdegan, bun,&#34; Jamie memegang dadanya, merasakan jantungnya berdegup sedikit lebih nggak teratur dari biasanya.&#xA;&#39;kamu suka sama dia, nak?&#39; tembakan Bunda membuat wajah Jamie bersemu merah.&#xA;&#39;Nggak tau, Bun. adek mau mastiin aja ini bukan perasaan sesaat. Adek takut nyakitin dia,&#39; ungkapan Jamie barusan membuat bunda tersenyum dan membelai rambut anak bungsunya itu. &#xA;&#39;Take your time. kalau suka, Adek berjuang buat jaga dan dapatin hati Zilia ya,&#34; Bunda tersenyum sembari berjalan ke lantai atas, tempat kamar utama berada.&#xA;---- &#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>𝑫𝒊𝒎𝒑𝒍𝒆𝒔 – 𝑷𝒂𝒓𝒕 𝟐</p>

<p>Playlist:
1. BTS: Dimples
2. ATEEZ: Aurora
3. Day 6: When You Love Someone</p>

<p>Written by: <a href="https://kokojeikob.writeas.com/tag:JayWriter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">JayWriter</span></a></p>

<p>“You’re so pretty when you smile
  So every time you lose that smile
  Even if I have to give my all
  I want to give it back to you”
.
.
Oktober 2015.
Kediaman Keluarga Jinandra, 17:00.
.
“Jamie kuliah di mana?” tanya Zilia. Hari itu, keempat sekawan itu sedang berkumpul di rumah Jamie seusai kelas pemantapan untuk Ujian Nasional.
“Jamie ikut Zilia aja, daftar ke mana. Kamu mau daftar di mana?” jawab Jamie sambil tersenyum. Astaga, lesung pipitnya bikin jantung Zilia auto deg-degan.
“Mungkin ke Cre-ker Uni sih, biar bareng sama Koko. terus biayanya juga ga mahal kalo lulusan SMA sini kan?” Zilia berujar sambil berusaha mengatur napasnya supaya nggak keliatan kayak orang kasmaran.
“Kalo Niel sama Keb kemana?” Zilia berusaha mengubah topik pembicaraan mengingat yang ngobrol di sana ada 4 orang, bukan cuma Zilia dan Jamie.
“Kita udah daftar ke Cre-ker Uni kemarin,” Kevin dan Niel menjawab dengan bersamaan, disambut wajah Niel yang blusheu-blusheu. Jamie yang melihat itu nyengir bandel, lesung pipitnya auto nongol dan makin bikin Zilia amburadul.
“Aku ke dapur ya, bantuin Bunda masak, udah mau makan malem kan?” Zilia berujar sembari mohon diri keluar dari ruang TV tempat mereka berempat ngumpul tadi.</p>

<p>Jantungnya udah nggak tahan dipermainkan dengan senyum, lesung pipit dan suara oknum bernama Quentin James. Kevin sama Nathaniel yang tau isi hatinya Zilia cuma berbagi senyum penuh arti sementara Jamie berusaha mengartikan gelagat Zilia yang rada mencurigakan itu.
.
.
Zilia nggak sungguhan ke dapur buat bantuin Bunda. Gadis itu bersembunyi ke teras belakang rumah kediaman Wira bermarga Jinandra itu untuk menenangkan dirinya. &#39;𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘢𝘫𝘢 𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘢𝘯&#39; ujar sang gadis Kiandra dalam hati sambil mengelus dadanya dan sesekali mengipas wajahnya dengan tangannya. Tanpa dia sadari, dari tadi sosok Jamie yang tadinya berniat ngambil minum ke dapur akhirnya malah bersembunyi dibalik pilar, ngintip sosok lucu dara bermata sipit yang lagi salting di taman belakang itu.</p>

<p>“James, liat apa, nak?” Bunda muncul dari dapur dan melihat gelagat aneh Jamie.
&#39;Ini, bun. liat deh. lucu banget,&#39; ujar Jamie sambil bisik-bisik dan menarik Bunda untuk bersembunyi bersama dengan dirinya.
&#39;Hehehe, Zilia kenapa? kok mukanya merah gitu?&#39; tanya Bunda.
&#39;Nggak tau, bun. tapi kok gemes banget. bikin adek degdegan, bun,” Jamie memegang dadanya, merasakan jantungnya berdegup sedikit lebih nggak teratur dari biasanya.
&#39;kamu suka sama dia, nak?&#39; tembakan Bunda membuat wajah Jamie bersemu merah.
&#39;Nggak tau, Bun. adek mau mastiin aja ini bukan perasaan sesaat. Adek takut nyakitin dia,&#39; ungkapan Jamie barusan membuat bunda tersenyum dan membelai rambut anak bungsunya itu.
&#39;Take your time. kalau suka, Adek berjuang buat jaga dan dapatin hati Zilia ya,” Bunda tersenyum sembari berjalan ke lantai atas, tempat kamar utama berada.</p>

<hr/>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kokojeikob.writeas.com/8caijamgjkxw6166</guid>
      <pubDate>Wed, 23 Sep 2020 03:53:01 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>𝑫𝒊𝒎𝒑𝒍𝒆𝒔 - 𝑷𝒂𝒓𝒕 𝟏</title>
      <link>https://kokojeikob.writeas.com/jf5kngi6s03uahi7?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[𝑫𝒊𝒎𝒑𝒍𝒆𝒔 - 𝑷𝒂𝒓𝒕 𝟏&#xA;&#xA;Playlist:&#xA;BTS: Dimples&#xA;Lauv: Feelings&#xA;Lauv:Love Somebody&#xA;&#xA;Written by: #JayWriter&#xA;.&#xA;&#39;That dimple is Illegal but I want it anyways,&#34;&#xA;.&#xA;.&#xA;.&#xA;&#xA;𝒁𝒊𝒍𝒊𝒂&#39;𝒔 𝑷𝒐𝒊𝒏𝒕 𝑶𝒇 𝑽𝒊𝒆𝒘:&#xA;.&#xA;September 2012, Krematorium HVN..&#xA;&#xA;Jam 3 sore, hari sabtu, langit Jakarta mendung. seakan-akan langit mau  mengatakan kalau mereka turut berduka bersama dengan Hayden, Zilia, Rio dan Dad. Tadi pagi, perjuangan mommy melawan penyakitnya berakhir. perempuan itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyum merekah di wajahnya. Zilia masih sesenggukan di dalam pelukan Hayden. Haydennya juga nggak mau melepas adiknya dari rengkuhannya. Baju Hayden udah basah sama airmata Zilia. &#xA;&#xA;Sementara itu, tak jauh dari ruangan persemayaman, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun muncul dari elevator, masih pake seragam SMP, lari-lari sepanjang koridor mencari ruangan persemayam. kedua orang tuanya menemani Dad nya Zilia yang tengah berada di ruang permandian jenazah. Pintu kaca ruang persemayaman terbuka dan dengan segera, anak remaja pria berambut kecoklatan itu menghampiri Hayden dan Zilia.&#xA;&#xA;&#39;Zi, Jamie disini,&#39; Jamie kemudian menatap kakak laki-laki Zilia. &#39;Kak, Rio kasihan sendirian, Jamie bisa jagain Zilia.&#34; &#xA;.&#xA;.&#xA;Hayden melepas pelukannya dan melihat sosok anak laki-laki yang selalu dianggapnya bisa membantunya menjaga sang tuan putri kesayangannya. Ia kemudian mengangguk dan menyerahkan gadis dalam pelukannya pada Jamie. Zilia menatap Jamie lekat-lekat, air matanya nggak berhenti mengalir. &#xA;&#xA;&#39;Ja-Jamie, huhuhu, Mom pergi ninggalin Zili, nanti Zilia sama siapa?&#39;&#xA;.&#xA;.&#xA;Zilia terisak sembari memeluk Jamie. Jamie hanya bisa memeluk sang puan sembari membelai punggungnya. Sehari sebelum kepergian Mommy, Jamie sempat ikut Ayah dan Bunda membesuk Mommy. Hari itu, Mommy menitipkan putri semata wayangnya pada keluarga Jamie. Seakan-akan Mommy tau umurnya nggak lama lagi. &#xA;&#xA;&#39;Zilia punya Jamie, Niel, Kak Hayden, sama Rio. kita semua ga akan ninggalin kamu, Zi.&#39;&#xA;.&#xA;.&#xA;Jamie membelai punggung Zilia. Tepat pukul 6 sore, setelah Jenazah Mommy masuk ke ruang persemayaman, Jamie membimbing Zilia mendekat ke arah peti jenazah berwarna putih dengan ornamen ukiran yang dicat emas itu. &#39;𝘔𝘰𝘮 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬, 𝘡𝘪. 𝘒𝘢𝘺𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶,&#39; Jamie berujar. Ini bukan bohong. Ibunda Zilia, Hayden dan Rio memang cantik, dan itu diturunkan ke ketiga anaknya. setelah puas menatap wajah Mom, Jamie membimbing Zilia ke dalam ruang tunggu keluarga untuk membasuh wajahnya. &#xA;&#xA;Jamie berjongkok di hadapan Zilia, Ia menangkup wajah Zilia dengan kedua tangannya. &#xA;&#xA;&#39;Mom liat Zi dari atas sana. dia nggak akan suka liat Zilia sedih. Jangan nangis lagi ya, Zi? Jamie bakal terus di samping Zi, kok,&#39; &#xA;&#xA;Jamie menghapus airmata yang membekas di kedua pipi Zilia. Sejak itu, sesuai dengan sumpahnya malam itu, Jamie tidak pernah sedikitpun meninggalkan sisi Zilia. Ia selalu menjadi tangan kanan Hayden untuk menjaga sang tuan putri dengan baik dan sungguh-sungguh.&#xA;----&#xA;September 2015, SMA Creker kelas 12 IPS 4.&#xA;&#xA;tepat 3 tahun berlalu sejak peristiwa kepergian Mom yang begitu mendadak. Zilia, Jamie, Niel kini sudah berada di bangku kelas 12. Mereka nggak lagi tiga sekawan, sekarang ada Kevin. Kevin baru bergabung dalam pertemanan mereka saat kelas 10, awal pembagian kelas. Saat itu, Kevin yang baru balik dari Canada, belum lancar berbahasa Indonesia kesulitan berbaur dan akhirnya tiga sekawan ini berteman dan membantu Kevin menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. cerita panjangnya ada di bagian lain dari cerita ini. &#xA;&#xA;Belakangan ini, Zilia sering banget nggak fokus kalau Jamie mengajak bicara. Gadis berambut panjang itu sering kali melamun dan memandang Jamie dengan pandangan kayak orang jatuh cinta. Jamie yang nggak terlalu peka soal itu biasa-biasa aja menanggapinya. Zilia suka ngeliat senyum manis Jamie yang disertai dengan lesung-pipit yang menghiasi kedua pipi wira 175 cm itu. Bahu Jamie yang lebar, yang selalu jadi sandarannya, pelukan hangat Jamie setiap kali ada yang gangguin Zilia, semua itu adalah quality yang Zilia suka dari Jamie. &#xA;&#xA;Siapa aja yang tau kalo Zilia suka sama Jamie? Niel dan Kevin yang jelas selalu jadi tempat curhat Zilia karena Jamienya selalu nggak bisa nangkep kode yang dilempar Zilia. Yang saat itu bisa dilakukan Zilia adalah merasa nyaman digandeng sama Jamie, dipeluk, dan mengagumi fitur wajah Jamie saat mereka berdua jadi lawan bicara saat bercakap-cakap.&#xA;&#xA;--- Part 1 Ends---&#xA;To be continued in Part 2.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>𝑫𝒊𝒎𝒑𝒍𝒆𝒔 – 𝑷𝒂𝒓𝒕 𝟏</p>

<p>Playlist:
1. BTS: Dimples
2. Lauv: Feelings
3. Lauv:Love Somebody</p>

<p>Written by: <a href="https://kokojeikob.writeas.com/tag:JayWriter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">JayWriter</span></a>
.
&#39;That dimple is Illegal but I want it anyways,”
.
.
.</p>

<p>𝒁𝒊𝒍𝒊𝒂&#39;𝒔 𝑷𝒐𝒊𝒏𝒕 𝑶𝒇 𝑽𝒊𝒆𝒘:
.
September 2012, Krematorium HVN..</p>

<p>Jam 3 sore, hari sabtu, langit Jakarta mendung. seakan-akan langit mau  mengatakan kalau mereka turut berduka bersama dengan Hayden, Zilia, Rio dan Dad. Tadi pagi, perjuangan mommy melawan penyakitnya berakhir. perempuan itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyum merekah di wajahnya. Zilia masih sesenggukan di dalam pelukan Hayden. Haydennya juga nggak mau melepas adiknya dari rengkuhannya. Baju Hayden udah basah sama airmata Zilia.</p>

<p>Sementara itu, tak jauh dari ruangan persemayaman, seorang anak laki-laki berusia 14 tahun muncul dari elevator, masih pake seragam SMP, lari-lari sepanjang koridor mencari ruangan persemayam. kedua orang tuanya menemani Dad nya Zilia yang tengah berada di ruang permandian jenazah. Pintu kaca ruang persemayaman terbuka dan dengan segera, anak remaja pria berambut kecoklatan itu menghampiri Hayden dan Zilia.</p>

<p>&#39;Zi, Jamie disini,&#39; Jamie kemudian menatap kakak laki-laki Zilia. &#39;Kak, Rio kasihan sendirian, Jamie bisa jagain Zilia.”
.
.
Hayden melepas pelukannya dan melihat sosok anak laki-laki yang selalu dianggapnya bisa membantunya menjaga sang tuan putri kesayangannya. Ia kemudian mengangguk dan menyerahkan gadis dalam pelukannya pada Jamie. Zilia menatap Jamie lekat-lekat, air matanya nggak berhenti mengalir.</p>

<p>&#39;Ja-Jamie, huhuhu, Mom pergi ninggalin Zili, nanti Zilia sama siapa?&#39;
.
.
Zilia terisak sembari memeluk Jamie. Jamie hanya bisa memeluk sang puan sembari membelai punggungnya. Sehari sebelum kepergian Mommy, Jamie sempat ikut Ayah dan Bunda membesuk Mommy. Hari itu, Mommy menitipkan putri semata wayangnya pada keluarga Jamie. Seakan-akan Mommy tau umurnya nggak lama lagi.</p>

<p>&#39;Zilia punya Jamie, Niel, Kak Hayden, sama Rio. kita semua ga akan ninggalin kamu, Zi.&#39;
.
.
Jamie membelai punggung Zilia. Tepat pukul 6 sore, setelah Jenazah Mommy masuk ke ruang persemayaman, Jamie membimbing Zilia mendekat ke arah peti jenazah berwarna putih dengan ornamen ukiran yang dicat emas itu. &#39;𝘔𝘰𝘮 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬, 𝘡𝘪. 𝘒𝘢𝘺𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘮𝘶,&#39; Jamie berujar. Ini bukan bohong. Ibunda Zilia, Hayden dan Rio memang cantik, dan itu diturunkan ke ketiga anaknya. setelah puas menatap wajah Mom, Jamie membimbing Zilia ke dalam ruang tunggu keluarga untuk membasuh wajahnya.</p>

<p>Jamie berjongkok di hadapan Zilia, Ia menangkup wajah Zilia dengan kedua tangannya.</p>

<p>&#39;Mom liat Zi dari atas sana. dia nggak akan suka liat Zilia sedih. Jangan nangis lagi ya, Zi? Jamie bakal terus di samping Zi, kok,&#39;</p>

<p>Jamie menghapus airmata yang membekas di kedua pipi Zilia. Sejak itu, sesuai dengan sumpahnya malam itu, Jamie tidak pernah sedikitpun meninggalkan sisi Zilia. Ia selalu menjadi tangan kanan Hayden untuk menjaga sang tuan putri dengan baik dan sungguh-sungguh.</p>

<hr/>

<p>September 2015, SMA Creker kelas 12 IPS 4.</p>

<p>tepat 3 tahun berlalu sejak peristiwa kepergian Mom yang begitu mendadak. Zilia, Jamie, Niel kini sudah berada di bangku kelas 12. Mereka nggak lagi tiga sekawan, sekarang ada Kevin. Kevin baru bergabung dalam pertemanan mereka saat kelas 10, awal pembagian kelas. Saat itu, Kevin yang baru balik dari Canada, belum lancar berbahasa Indonesia kesulitan berbaur dan akhirnya tiga sekawan ini berteman dan membantu Kevin menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. cerita panjangnya ada di bagian lain dari cerita ini.</p>

<p>Belakangan ini, Zilia sering banget nggak fokus kalau Jamie mengajak bicara. Gadis berambut panjang itu sering kali melamun dan memandang Jamie dengan pandangan kayak orang jatuh cinta. Jamie yang nggak terlalu peka soal itu biasa-biasa aja menanggapinya. Zilia suka ngeliat senyum manis Jamie yang disertai dengan lesung-pipit yang menghiasi kedua pipi wira 175 cm itu. Bahu Jamie yang lebar, yang selalu jadi sandarannya, pelukan hangat Jamie setiap kali ada yang gangguin Zilia, semua itu adalah quality yang Zilia suka dari Jamie.</p>

<p>Siapa aja yang tau kalo Zilia suka sama Jamie? Niel dan Kevin yang jelas selalu jadi tempat curhat Zilia karena Jamienya selalu nggak bisa nangkep kode yang dilempar Zilia. Yang saat itu bisa dilakukan Zilia adalah merasa nyaman digandeng sama Jamie, dipeluk, dan mengagumi fitur wajah Jamie saat mereka berdua jadi lawan bicara saat bercakap-cakap.</p>

<p>—– Part 1 Ends—-
To be continued in Part 2.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kokojeikob.writeas.com/jf5kngi6s03uahi7</guid>
      <pubDate>Mon, 21 Sep 2020 15:14:01 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>𝐍𝐚𝐭𝐞 𝐚𝐧𝐝 𝐊𝐞𝐯𝐢𝐧:</title>
      <link>https://kokojeikob.writeas.com/46licega51zltdzf?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[𝐍𝐚𝐭𝐞 𝐚𝐧𝐝 𝐊𝐞𝐯𝐢𝐧:&#xA;&#34;𝐖𝐨𝐮𝐥𝐝 𝐲𝐨𝐮 𝐬𝐭𝐢𝐥𝐥 𝐚𝐜𝐜𝐞𝐩𝐭 𝐦𝐞 𝐚𝐬 𝐰𝐡𝐚𝐭 𝐈 𝐚𝐦 𝐰𝐡𝐞𝐧 𝐈 𝐭𝐨𝐥𝐝 𝐲𝐨𝐮 𝐦𝐲 𝐬𝐞𝐜𝐫𝐞𝐭?&#34;&#xA;Written by: #JayWriter&#xA;--&#xA;&#xA;𝑰𝒏 𝑵𝒊𝒆𝒍&#39;𝒔 𝑽𝒊𝒆𝒘:&#xA;&#xA;𝑆𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑁𝑖𝑒𝑙 𝘩𝑖𝑑𝑢𝑝, 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝘩𝑢 𝑑𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝐾𝑒𝑣𝑖𝑛 𝐶𝑢𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑢, 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑁𝑖𝑒𝑙 𝑡𝑎𝑢 𝑘𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑑𝑖𝑎 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎, 𝑑𝑖𝑎 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑜𝑐𝑜𝑟 𝑘𝑒 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑖𝑛. 𝑆𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑏𝑎𝘩𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑦𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝘩𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑢𝑛 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎𝘩 𝑡𝑎𝘩𝑢 𝑠𝑜𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑖.&#xA;&#xA;Hari itu, Rumah kontrakan yang biasanya ramai oleh 3 cowok dan Zilia tiba-tiba berubah jadi sepi lantaran Kyu ngajak Zilia jalan-jalan hunting foto dan cafè gemes. Jadinya di rumah cuma ada Kevin dan Nathaniel. Nathaniel sudah beberapa hari ini menjaga jarak sama Kevin. Niel nggak menjaga jarak dengan sahabatnya itu tanpa alasan. Ia mau mengkonfirmasi perasaannya. Pasalnya, Mas Crushnya Niel ini satu rumah dengannya. nggak lucu kalo nantinya serumah jadi awkward pasca Ia mengakui perasaannya pada sang pujaan hati.&#xA;&#xA;Pagi menjelang siang itu, Nathaniel masih sibuk di dapur, dari tadi nimbang-nimbang tepung, butter, telur dan segala bahan kue lainnya. rencananya, hari ini Niel mau mencari distraction dengan membuat banana bread sementara Kevin masih tidur di kamarnya. sambil menimbang tepung terigu dan gula, Niel menimbang-nimbang juga apakah ia harus jujur pada perasaannya sendiri. Resiko terberatnya, mimpinya semalam akan menjadi kenyataan dan Ia harus puas dengan sekedar memandang punggung Kevin menjauh dari gapaiannya. &#xA;&#xA;Niel dihadapkan pada dua pilihan yang berat. Kalau dia mengakui perasaannya, Kevin akan menolak dan menjauh. Atau, sebaliknya, Kevin mengambil kesempatan ini sebagai sarana untuk mengenal Niel dan memperdekat jarak diantara mereka.  beberapa kali Niel menghela napas di balik maskernya. dan tepat saat ia menghela napas panjang, Kevin keluar dari kamar. kedua matanya sempat menangkap sorot mata tajam milik Kevin. Tapi, Niel mengalihkan pandangannya kembali ke apa yang ia kerjakan saat itu, melumat pisang di dalam mangkuk dengan garpu.&#xA;&#xA;&#34;Niel, lu kenapa?&#34; Kevin membuka obrolan dengan pertanyaan klasiknya.&#xA;&#34;Eng-,N-Nggak papa, Keb,&#34; Niel gelagapan ketika ditanya oleh pemuda bersurai hitam legam itu.&#xA;&#34;Lies, i know you&#39;re not okay. What&#39;s gotten into you?&#34; tanya Kevin sembari berjalan mendekati posisi Niel yang kala itu sedang berada di pantry.&#xA;&#34;I-I&#39;m okay, Keb,&#34; Niel masih mengatur nafasnya. saat itu nafasnya semakin nggak beraturan karena jantungnya berdebar nggak karuan.&#xA;&#34;No, it&#39;s been days since you&#39;ve talked to me freely. gue kangen Niel yang dulu,&#34; ungkap kevin lembut, masih berjalan mendekat ke arah tempat Niel berdiri.&#xA;𝑫𝒖𝒈 𝑫𝒖𝒈 𝑫𝒖𝒈 𝑫𝒖𝒈 - Jantung Niel bukannya semakin pelan, detaknya makin kedengaran dan ritmenya pun semakin nggak beraturan. &#34;Stop disitu!&#34; Niel berujar sambil menggerakan tangannya, menyuruh Kevin berhenti di tempatnya.&#xA;&#34;Hah? kenapa?&#34; tanya Kevin bingung. kedua alisnya bertaut.&#xA;&#34;Gue lagi bikin kue. duduk di sofa aja dulu. jangan deket-deket,&#34; seru Niel sambil mengatur detak jantungnya. &#xA;&#34;Okay,&#34; Kevin mengangguk sembari menatap Niel dengan tatapan bingung. &#xA;---&#xA;𝑰𝒏 𝑲𝒆𝒗𝒊𝒏&#39;𝒔 𝑬𝒚𝒆𝒔:&#xA;&#xA;𝑆𝑢𝑑𝑎𝘩 𝑠𝑒𝑗𝑎𝑘 𝑆𝑀𝐴 𝐾𝑒𝑣𝑖𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔-𝑡𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑗𝑎𝑡𝑢𝘩 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑒𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛, 𝑠𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎𝑡 𝑎𝑝𝑎𝑝𝑢𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑎𝑛, 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑡𝑢𝑚𝑏𝑢𝘩. 𝐾𝑒𝑣𝑖𝑛 𝑝𝑢𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑜𝑏𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑎𝑟𝑖𝑘 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑒𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝘩𝑎𝑠𝑖𝑙. 𝐾𝑒𝑣𝑖𝑛 𝑑𝑖𝑎𝑚-𝑑𝑖𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑔𝑢𝑚𝑖 𝑁𝑖𝑒𝑙. 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑢.&#xA;&#xA;Kevin bingung. Gimana nggak bingung, Niel yang awalnya begitu akrab dengannya, tiba-tiba melangkah menjauh. Dia nggak tau apa alasan Niel menjaga jarak dengannya. biasanya, Niel selalu pulang dan pergi ke kampus bersama dengan Kevin, Zilia dan Jamie. Belakangan, temannya itu lebih memilih berangkat naik taksi online atau naik bus kampus. Biasanya, keduanya sering bertukar pikiran atau sekadar mengerjakan tugas bersama. tapi sudah berapa lama kebersamaan itu tak lagi terasa. Kamarnya sebelahan, rasa beda satu lantai. &#xA;&#xA;Pagi itu kejadian terulang lagi. Usaha pemuda bersurai hitam legam itu untuk meruntuhkan tembok dan jarak di antara mereka dihentikan oleh Nathaniel yang sedang menyibukkan dirinya dengan bikin kue. Kevin bingung dengan cara apa lagi ia bisa merubuhkan tembok transparan yang tak kasat mata itu. Denting tungku oven memecah kesunyian ruang makan kontrakan berempat. Kevin dengan sigap mengangkat kepalanya. Niel nggak pakai sarung tangan saat itu. Kevin cepat-cepat berlari ke dekat oven setelah menyambar sepasang sarung tangan heatproof yang ada di samping oven.&#xA;&#xA;&#34;Udah, biar gua aja,&#34; Kevin berujar sembari mematikan ovennya sebelum membuka pintu oven dan mengeluarkan banana bread buatan Niel.&#xA;&#34;Kan gue bisa sendiri,&#34; Niel protes.&#xA;&#34;Iya lu bisa sendiri tapi sarung tangannya di gua,&#34; Kevin menghela napasnya. &#34;Cuci tangan, bersih-bersih dulu. tunggu banana breadnya dingin. gue buatin latte.&#34;&#xA;&#xA;Niel nggak bisa menolak. Ia membalikkan badannya dan mulai mencuci peranti yang baru saja dipakainya untuk membuat kue. tanpa ia sadari, Kevin mendekat dan berhenti di balik punggungnya. Kevin perlahan melingkarkan tangannya mengelilingi pinggang Niel yang menurut Kevin sangat &#39;delicate&#39; dan menyandarkan dagunya di bahu pria berambut kecoklatan itu. Manik cokelat Niel membelalak ketika merasakan ada kepala yang bersandar di bahunya. tiba-tiba jantungnya berdetak keras dan tak lagi teratur. &#xA;&#xA;&#34;Jangan lari lagi, Nyel. Gue berhenti karena tau rumah gue di sini,&#34; Kevin memejamkan matanya tanpa ada niatan melepas pelukannya dari pinggang Niel.&#xA;------&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>𝐍𝐚𝐭𝐞 𝐚𝐧𝐝 𝐊𝐞𝐯𝐢𝐧:
“𝐖𝐨𝐮𝐥𝐝 𝐲𝐨𝐮 𝐬𝐭𝐢𝐥𝐥 𝐚𝐜𝐜𝐞𝐩𝐭 𝐦𝐞 𝐚𝐬 𝐰𝐡𝐚𝐭 𝐈 𝐚𝐦 𝐰𝐡𝐞𝐧 𝐈 𝐭𝐨𝐥𝐝 𝐲𝐨𝐮 𝐦𝐲 𝐬𝐞𝐜𝐫𝐞𝐭?”
Written by: <a href="https://kokojeikob.writeas.com/tag:JayWriter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">JayWriter</span></a>
—</p>

<p>𝑰𝒏 𝑵𝒊𝒆𝒍&#39;𝒔 𝑽𝒊𝒆𝒘:</p>

<p>𝑆𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑁𝑖𝑒𝑙 𝘩𝑖𝑑𝑢𝑝, 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝘩𝑢 𝑑𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑚 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝐾𝑒𝑣𝑖𝑛 𝐶𝑢𝑚𝑎 𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑢, 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑁𝑖𝑒𝑙 𝑡𝑎𝑢 𝑘𝑎𝑙𝑎𝑢 𝑑𝑖𝑎 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑘𝑒 𝑍𝑖𝑙𝑖𝑎, 𝑑𝑖𝑎 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑜𝑐𝑜𝑟 𝑘𝑒 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑖𝑛. 𝑆𝑎𝑚𝑝𝑎𝑖 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔, 𝑏𝑎𝘩𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑦𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝘩𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑢𝑛 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑎𝘩 𝑡𝑎𝘩𝑢 𝑠𝑜𝑎𝑙 𝑖𝑛𝑖.</p>

<p>Hari itu, Rumah kontrakan yang biasanya ramai oleh 3 cowok dan Zilia tiba-tiba berubah jadi sepi lantaran Kyu ngajak Zilia jalan-jalan hunting foto dan cafè gemes. Jadinya di rumah cuma ada Kevin dan Nathaniel. Nathaniel sudah beberapa hari ini menjaga jarak sama Kevin. Niel nggak menjaga jarak dengan sahabatnya itu tanpa alasan. Ia mau mengkonfirmasi perasaannya. Pasalnya, Mas Crushnya Niel ini satu rumah dengannya. nggak lucu kalo nantinya serumah jadi awkward pasca Ia mengakui perasaannya pada sang pujaan hati.</p>

<p>Pagi menjelang siang itu, Nathaniel masih sibuk di dapur, dari tadi nimbang-nimbang tepung, butter, telur dan segala bahan kue lainnya. rencananya, hari ini Niel mau mencari distraction dengan membuat banana bread sementara Kevin masih tidur di kamarnya. sambil menimbang tepung terigu dan gula, Niel menimbang-nimbang juga apakah ia harus jujur pada perasaannya sendiri. Resiko terberatnya, mimpinya semalam akan menjadi kenyataan dan Ia harus puas dengan sekedar memandang punggung Kevin menjauh dari gapaiannya.</p>

<p>Niel dihadapkan pada dua pilihan yang berat. Kalau dia mengakui perasaannya, Kevin akan menolak dan menjauh. Atau, sebaliknya, Kevin mengambil kesempatan ini sebagai sarana untuk mengenal Niel dan memperdekat jarak diantara mereka.  beberapa kali Niel menghela napas di balik maskernya. dan tepat saat ia menghela napas panjang, Kevin keluar dari kamar. kedua matanya sempat menangkap sorot mata tajam milik Kevin. Tapi, Niel mengalihkan pandangannya kembali ke apa yang ia kerjakan saat itu, melumat pisang di dalam mangkuk dengan garpu.</p>

<p>“Niel, lu kenapa?” Kevin membuka obrolan dengan pertanyaan klasiknya.
“Eng-,N-Nggak papa, Keb,” Niel gelagapan ketika ditanya oleh pemuda bersurai hitam legam itu.
“Lies, i know you&#39;re not okay. What&#39;s gotten into you?” tanya Kevin sembari berjalan mendekati posisi Niel yang kala itu sedang berada di pantry.
“I-I&#39;m okay, Keb,” Niel masih mengatur nafasnya. saat itu nafasnya semakin nggak beraturan karena jantungnya berdebar nggak karuan.
“No, it&#39;s been days since you&#39;ve talked to me freely. gue kangen Niel yang dulu,” ungkap kevin lembut, masih berjalan mendekat ke arah tempat Niel berdiri.
𝑫𝒖𝒈 𝑫𝒖𝒈 𝑫𝒖𝒈 𝑫𝒖𝒈 – Jantung Niel bukannya semakin pelan, detaknya makin kedengaran dan ritmenya pun semakin nggak beraturan. “Stop disitu!” Niel berujar sambil menggerakan tangannya, menyuruh Kevin berhenti di tempatnya.
“Hah? kenapa?” tanya Kevin bingung. kedua alisnya bertaut.
“Gue lagi bikin kue. duduk di sofa aja dulu. jangan deket-deket,” seru Niel sambil mengatur detak jantungnya.
“Okay,” Kevin mengangguk sembari menatap Niel dengan tatapan bingung.</p>

<hr/>

<p>𝑰𝒏 𝑲𝒆𝒗𝒊𝒏&#39;𝒔 𝑬𝒚𝒆𝒔:</p>

<p>𝑆𝑢𝑑𝑎𝘩 𝑠𝑒𝑗𝑎𝑘 𝑆𝑀𝐴 𝐾𝑒𝑣𝑖𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔-𝑡𝑒𝑟𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑗𝑎𝑡𝑢𝘩 𝑐𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑒𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛, 𝑠𝑒𝑑𝑒𝑘𝑎𝑡 𝑎𝑝𝑎𝑝𝑢𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑒𝑚𝑎𝑛, 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑡𝑢𝑚𝑏𝑢𝘩. 𝐾𝑒𝑣𝑖𝑛 𝑝𝑢𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑜𝑏𝑎 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑎𝑟𝑖𝑘 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑒𝑚𝑝𝑢𝑎𝑛, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑛𝑔𝑔𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝘩𝑎𝑠𝑖𝑙. 𝐾𝑒𝑣𝑖𝑛 𝑑𝑖𝑎𝑚-𝑑𝑖𝑎𝑚 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑔𝑢𝑚𝑖 𝑁𝑖𝑒𝑙. 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝑎𝑑𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑢.</p>

<p>Kevin bingung. Gimana nggak bingung, Niel yang awalnya begitu akrab dengannya, tiba-tiba melangkah menjauh. Dia nggak tau apa alasan Niel menjaga jarak dengannya. biasanya, Niel selalu pulang dan pergi ke kampus bersama dengan Kevin, Zilia dan Jamie. Belakangan, temannya itu lebih memilih berangkat naik taksi online atau naik bus kampus. Biasanya, keduanya sering bertukar pikiran atau sekadar mengerjakan tugas bersama. tapi sudah berapa lama kebersamaan itu tak lagi terasa. Kamarnya sebelahan, rasa beda satu lantai.</p>

<p>Pagi itu kejadian terulang lagi. Usaha pemuda bersurai hitam legam itu untuk meruntuhkan tembok dan jarak di antara mereka dihentikan oleh Nathaniel yang sedang menyibukkan dirinya dengan bikin kue. Kevin bingung dengan cara apa lagi ia bisa merubuhkan tembok transparan yang tak kasat mata itu. Denting tungku oven memecah kesunyian ruang makan kontrakan berempat. Kevin dengan sigap mengangkat kepalanya. Niel nggak pakai sarung tangan saat itu. Kevin cepat-cepat berlari ke dekat oven setelah menyambar sepasang sarung tangan heatproof yang ada di samping oven.</p>

<p>“Udah, biar gua aja,” Kevin berujar sembari mematikan ovennya sebelum membuka pintu oven dan mengeluarkan banana bread buatan Niel.
“Kan gue bisa sendiri,” Niel protes.
“Iya lu bisa sendiri tapi sarung tangannya di gua,” Kevin menghela napasnya. “Cuci tangan, bersih-bersih dulu. tunggu banana breadnya dingin. gue buatin latte.”</p>

<p>Niel nggak bisa menolak. Ia membalikkan badannya dan mulai mencuci peranti yang baru saja dipakainya untuk membuat kue. tanpa ia sadari, Kevin mendekat dan berhenti di balik punggungnya. Kevin perlahan melingkarkan tangannya mengelilingi pinggang Niel yang menurut Kevin sangat &#39;delicate&#39; dan menyandarkan dagunya di bahu pria berambut kecoklatan itu. Manik cokelat Niel membelalak ketika merasakan ada kepala yang bersandar di bahunya. tiba-tiba jantungnya berdetak keras dan tak lagi teratur.</p>

<p>“Jangan lari lagi, Nyel. Gue berhenti karena tau rumah gue di sini,” Kevin memejamkan matanya tanpa ada niatan melepas pelukannya dari pinggang Niel.</p>

<hr/>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kokojeikob.writeas.com/46licega51zltdzf</guid>
      <pubDate>Thu, 17 Sep 2020 11:04:36 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>𝙎𝙚𝙘𝙪𝙞𝙡 𝙆𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙏𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙃𝙞𝙧𝙤:</title>
      <link>https://kokojeikob.writeas.com/d9f4ucrkchkxuz4o?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[𝙎𝙚𝙘𝙪𝙞𝙡 𝙆𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙏𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙃𝙞𝙧𝙤:&#xA;.&#xA;&#39;𝙎𝙪𝙥𝙚𝙧𝙝𝙚𝙧𝙤 𝙐𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙆𝙖𝙠 𝙕𝙞&#39;&#xA;&#xA;Written by: #JayWriter&#xA;&#xA;.&#xA;𝐍𝐨𝐭 𝐀𝐥𝐥 𝐇𝐞𝐫𝐨𝐞𝐬 𝐰𝐞𝐚𝐫𝐬 𝐜𝐚𝐩𝐞, 𝐡𝐚𝐯𝐞 𝐬𝐮𝐩𝐞𝐫 𝐡𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐩𝐨𝐰𝐞𝐫𝐬, 𝐞𝐱𝐭𝐫𝐚𝐨𝐫𝐝𝐢𝐧𝐚𝐫𝐲 𝐩𝐨𝐰𝐞𝐫𝐬 𝐨𝐫 𝐚𝐛𝐢𝐥𝐢𝐭𝐢𝐞𝐬. 𝐈 𝐜𝐚𝐧 𝐛𝐞 𝐭𝐡𝐞 𝐡𝐞𝐫𝐨 𝐈 𝐰𝐚𝐧𝐭𝐞𝐝 𝐦𝐲𝐬𝐞𝐥𝐟 𝐭𝐨 𝐛𝐞. 𝐇𝐞𝐫𝐨𝐞𝐬 𝐚𝐫𝐞 𝐬𝐨𝐦𝐞𝐨𝐧𝐞 𝐰𝐡𝐨 𝐢𝐬 𝐰𝐢𝐥𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐭𝐨 𝐛𝐮𝐫𝐧 𝐭𝐡𝐞𝐦𝐬𝐞𝐥𝐯𝐞𝐬 𝐭𝐨 𝐦𝐚𝐤𝐞 𝐭𝐡𝐞 𝐨𝐧𝐞 𝐡𝐞 𝐥𝐨𝐯𝐞𝐬 𝐬𝐡𝐢𝐧𝐞𝐬. 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐡𝐨𝐰 𝐩𝐡𝐨𝐞𝐧𝐢𝐱 𝐛𝐮𝐫𝐧𝐬 𝐡𝐢𝐦𝐬𝐞𝐥𝐟 𝐨𝐮𝐭 𝐚𝐧𝐝 𝐫𝐢𝐬𝐞𝐬 𝐚𝐠𝐚𝐢𝐧 𝐟𝐫𝐨𝐦 𝐭𝐡𝐞 𝐚𝐬𝐡𝐞𝐬.&#xA;.&#xA;&#xA;Hiro mengenal sosok Zilia semenjak ia duduk di bangku SMP. sama seperti Kevin yang bergabung dalam lingkaran pertemanan Zilia sewaktu SMA, Hiro juga baru mengenal Dimas Ario, Alistair dan Eric saat SMP. satu perbedaannya, dalam lingkar pertemanan Rio ini, cukup banyak siswa pindahan dari luar negeri. Alistair pindahan dari hongkong dan karena keterbatasan bahasa, Al yang setahun lebih tua dari Rio, Hiro dan Eric harus mengulang setahun. sama halnya dengan Hiro yang pindahan dari Canada pun kesulitan berteman cuma Rio dan Eric yang mau nemenin mereka. &#xA;&#xA;Tiap pulang sekolah, Rio selalu ajak tiga temennya ini untuk main ke rumah dan belajar Bahasa Indonesia dengan bantuan Zilia dan Hayden. Hiro dan Al termasuk dalam jajaran cowok populer karena Hiro dan Al bergabung dalam team hip-hop dance di sekolah mereka. setiap tanggal 14 februari, Hiro dan Al langganan banget disamperin cewek-cewek dan dikasih coklat, boneka atau bunga. Hal ini langsung ditolak mentah-mentah sama Hiro. entah berapa hati cewek yang udah terang-terangan ditolak sama Hiro sampe sekarang. kenapa Hiro menolak cewek-cewek itu? ya karena Hiro suka sama seseorang. &#xA;&#xA;Mata Hiro selalu punya sinar yang berbeda kala  remaja 18 tahun itu memandang wajah gadis yang merupakan kakak perempuan teman dekatnya itu. &#39;𝑡𝘩𝑖𝑠 𝑓𝑒𝑒𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑠 𝑛𝑜𝑡 𝑗𝑢𝑠𝑡 𝑎 𝑓𝑙𝑖𝑛𝑔&#39; begitu ungkap Hiro setiap kali Kevin mempertanyakan keseriusan perasaannya terhadap sahabat abangnya itu. Hiro kerap kali menyaksikan Rio melibas orang-orang yang mengganggu Zilia dan di lubuk hatinya yang terdalam, dia juga berjanji ia akan jadi superhero buat Kak Zi yang disayanginya itu.&#xA;&#xA;&#34;𝗦𝘂𝗽𝗲𝗿𝗵𝗲𝗿𝗼? 𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗛𝗶𝘆𝗼 𝘀𝘂𝗽𝗲𝗿 𝘀𝗼𝗹𝗱𝗶𝗲𝗿 𝗸𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗖𝗮𝗽𝘁𝗮𝗶𝗻 𝗔𝗺𝗲𝗿𝗶𝗰𝗮 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗻𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶𝗶𝗻 𝗽𝗶𝗸𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗣𝗿𝗼𝗳𝗲𝘀𝘀𝗼𝗿 𝗫?&#34; Kevin kerap kali menggoda Hiro dengan pertanyaan itu ketika sang wira bermata sipit itu hendak pergi berlatih beladiri di sekolahnya. &#xA;Alih-alih marah sama koko Kevinnya, Hiro hanya mendengus dan berkata, &#39;𝐾𝑜 𝐾𝑒𝑣, 𝑔𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑠𝑢𝑝𝑒𝑟𝘩𝑒𝑟𝑜 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑦𝑎𝑝, 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑛𝑔𝑎𝑙𝑎𝘩𝑖𝑛 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑙𝑎𝑤𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎, 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑛𝑗𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑒𝑛 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑛𝑔𝑎𝑙𝑎𝘩𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑤𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎. 𝑆𝑢𝑝𝑒𝑟𝘩𝑒𝑟𝑜 𝑖𝑡𝑢 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝘩𝑎𝑡𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑎 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎 𝑠𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔.&#39; Kalimat inilah yang selalu berhasil membuat Kevin mati kutu pendapatnya dikalahkan oleh adik yang dikiranya cuma anak kemarin sore yang cuma pengen kelihatan keren supaya diakui sama gebetannya.&#xA;&#xA;----&#xA;&#xA;Sudah lama perasaan itu terpendam dalam hatinya. Tapi Hiro nggak berani menyatakan. Dia tahu, Zilia cantik, pasti banyak yang menaruh hati pada gadis berusia 21 tahun itu. Kerap kali, Hiro mengagumi Zilia dalam diam. Kadang, di dalam studio rekaman yang dikelola oleh ayahnya, ia mendekam dan menulis segala yang terkubur dalam lubuk hatinya menjadi sebuah lagu. Lagunya cuma direkam dan mendekam di folder yang diberi titel &#39;𝖣𝖺𝗋𝗂 𝖧𝗂𝗒𝗈 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝖳𝗎𝖺𝗇 𝖯𝗎𝗍𝗋𝗂 𝖪𝗂𝖺𝗇𝖽𝗋𝖺&#39;. di dalam folder itu cuma ada 1 lagu, judulnya &#39;I Wish&#39; setahun terakhir ini, Hiro mendekam di studio untuk menyempurnakan lagu itu.&#xA;&#xA;Kalo denger lagu itu, kayak Hiro lagi ngomong sama Zilia kalau dia nggak mau terjebak di Zona Teman lagi. Hiro mengungkapkan semua perasaan yang bercokol dalam hatinya selama bertahun-tahun dalam lagu itu. Siapapun yang denger lagu itu dan udah deket sama Hiro pasti tau itu curhatan Hiro dari apa yang sudah dia rasakan selama bertahun-tahun berteman sama Rio dan berada di-friendzone oleh kakaknya Rio. awalnya memang nggak papa, tapi semakin banyak saingan Rio, semakin anak ini kepingin menyaingi orang-orang yang masuk dalam sekte pemuja Zilia.&#xA;----&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>𝙎𝙚𝙘𝙪𝙞𝙡 𝙆𝙞𝙨𝙖𝙝 𝙏𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙃𝙞𝙧𝙤:
.
&#39;𝙎𝙪𝙥𝙚𝙧𝙝𝙚𝙧𝙤 𝙐𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙆𝙖𝙠 𝙕𝙞&#39;</p>

<p>Written by: <a href="https://kokojeikob.writeas.com/tag:JayWriter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">JayWriter</span></a></p>

<p>.
𝐍𝐨𝐭 𝐀𝐥𝐥 𝐇𝐞𝐫𝐨𝐞𝐬 𝐰𝐞𝐚𝐫𝐬 𝐜𝐚𝐩𝐞, 𝐡𝐚𝐯𝐞 𝐬𝐮𝐩𝐞𝐫 𝐡𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐩𝐨𝐰𝐞𝐫𝐬, 𝐞𝐱𝐭𝐫𝐚𝐨𝐫𝐝𝐢𝐧𝐚𝐫𝐲 𝐩𝐨𝐰𝐞𝐫𝐬 𝐨𝐫 𝐚𝐛𝐢𝐥𝐢𝐭𝐢𝐞𝐬. 𝐈 𝐜𝐚𝐧 𝐛𝐞 𝐭𝐡𝐞 𝐡𝐞𝐫𝐨 𝐈 𝐰𝐚𝐧𝐭𝐞𝐝 𝐦𝐲𝐬𝐞𝐥𝐟 𝐭𝐨 𝐛𝐞. 𝐇𝐞𝐫𝐨𝐞𝐬 𝐚𝐫𝐞 𝐬𝐨𝐦𝐞𝐨𝐧𝐞 𝐰𝐡𝐨 𝐢𝐬 𝐰𝐢𝐥𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐭𝐨 𝐛𝐮𝐫𝐧 𝐭𝐡𝐞𝐦𝐬𝐞𝐥𝐯𝐞𝐬 𝐭𝐨 𝐦𝐚𝐤𝐞 𝐭𝐡𝐞 𝐨𝐧𝐞 𝐡𝐞 𝐥𝐨𝐯𝐞𝐬 𝐬𝐡𝐢𝐧𝐞𝐬. 𝐋𝐢𝐤𝐞 𝐡𝐨𝐰 𝐩𝐡𝐨𝐞𝐧𝐢𝐱 𝐛𝐮𝐫𝐧𝐬 𝐡𝐢𝐦𝐬𝐞𝐥𝐟 𝐨𝐮𝐭 𝐚𝐧𝐝 𝐫𝐢𝐬𝐞𝐬 𝐚𝐠𝐚𝐢𝐧 𝐟𝐫𝐨𝐦 𝐭𝐡𝐞 𝐚𝐬𝐡𝐞𝐬.
.</p>

<p>Hiro mengenal sosok Zilia semenjak ia duduk di bangku SMP. sama seperti Kevin yang bergabung dalam lingkaran pertemanan Zilia sewaktu SMA, Hiro juga baru mengenal Dimas Ario, Alistair dan Eric saat SMP. satu perbedaannya, dalam lingkar pertemanan Rio ini, cukup banyak siswa pindahan dari luar negeri. Alistair pindahan dari hongkong dan karena keterbatasan bahasa, Al yang setahun lebih tua dari Rio, Hiro dan Eric harus mengulang setahun. sama halnya dengan Hiro yang pindahan dari Canada pun kesulitan berteman cuma Rio dan Eric yang mau nemenin mereka.</p>

<p>Tiap pulang sekolah, Rio selalu ajak tiga temennya ini untuk main ke rumah dan belajar Bahasa Indonesia dengan bantuan Zilia dan Hayden. Hiro dan Al termasuk dalam jajaran cowok populer karena Hiro dan Al bergabung dalam team hip-hop dance di sekolah mereka. setiap tanggal 14 februari, Hiro dan Al langganan banget disamperin cewek-cewek dan dikasih coklat, boneka atau bunga. Hal ini langsung ditolak mentah-mentah sama Hiro. entah berapa hati cewek yang udah terang-terangan ditolak sama Hiro sampe sekarang. kenapa Hiro menolak cewek-cewek itu? ya karena Hiro suka sama seseorang.</p>

<p>Mata Hiro selalu punya sinar yang berbeda kala  remaja 18 tahun itu memandang wajah gadis yang merupakan kakak perempuan teman dekatnya itu. &#39;𝑡𝘩𝑖𝑠 𝑓𝑒𝑒𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑠 𝑛𝑜𝑡 𝑗𝑢𝑠𝑡 𝑎 𝑓𝑙𝑖𝑛𝑔&#39; begitu ungkap Hiro setiap kali Kevin mempertanyakan keseriusan perasaannya terhadap sahabat abangnya itu. Hiro kerap kali menyaksikan Rio melibas orang-orang yang mengganggu Zilia dan di lubuk hatinya yang terdalam, dia juga berjanji ia akan jadi superhero buat Kak Zi yang disayanginya itu.</p>

<p>“𝗦𝘂𝗽𝗲𝗿𝗵𝗲𝗿𝗼? 𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗛𝗶𝘆𝗼 𝘀𝘂𝗽𝗲𝗿 𝘀𝗼𝗹𝗱𝗶𝗲𝗿 𝗸𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗖𝗮𝗽𝘁𝗮𝗶𝗻 𝗔𝗺𝗲𝗿𝗶𝗰𝗮 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗻𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶𝗶𝗻 𝗽𝗶𝗸𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗸𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗣𝗿𝗼𝗳𝗲𝘀𝘀𝗼𝗿 𝗫?” Kevin kerap kali menggoda Hiro dengan pertanyaan itu ketika sang wira bermata sipit itu hendak pergi berlatih beladiri di sekolahnya.
Alih-alih marah sama koko Kevinnya, Hiro hanya mendengus dan berkata, &#39;𝐾𝑜 𝐾𝑒𝑣, 𝑔𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑠𝑢𝑝𝑒𝑟𝘩𝑒𝑟𝑜 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑦𝑎𝑝, 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑛𝑔𝑎𝑙𝑎𝘩𝑖𝑛 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑙𝑎𝑤𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎, 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑒𝑛𝑗𝑎𝑡𝑎 𝑘𝑒𝑟𝑒𝑛 𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑛𝑔𝑎𝑙𝑎𝘩𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑤𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎. 𝑆𝑢𝑝𝑒𝑟𝘩𝑒𝑟𝑜 𝑖𝑡𝑢 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑢𝑛𝑦𝑎 𝘩𝑎𝑡𝑖 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑒𝑙𝑎 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎 𝑠𝑎𝑦𝑎𝑛𝑔.&#39; Kalimat inilah yang selalu berhasil membuat Kevin mati kutu pendapatnya dikalahkan oleh adik yang dikiranya cuma anak kemarin sore yang cuma pengen kelihatan keren supaya diakui sama gebetannya.</p>

<hr/>

<p>Sudah lama perasaan itu terpendam dalam hatinya. Tapi Hiro nggak berani menyatakan. Dia tahu, Zilia cantik, pasti banyak yang menaruh hati pada gadis berusia 21 tahun itu. Kerap kali, Hiro mengagumi Zilia dalam diam. Kadang, di dalam studio rekaman yang dikelola oleh ayahnya, ia mendekam dan menulis segala yang terkubur dalam lubuk hatinya menjadi sebuah lagu. Lagunya cuma direkam dan mendekam di folder yang diberi titel &#39;𝖣𝖺𝗋𝗂 𝖧𝗂𝗒𝗈 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝖳𝗎𝖺𝗇 𝖯𝗎𝗍𝗋𝗂 𝖪𝗂𝖺𝗇𝖽𝗋𝖺&#39;. di dalam folder itu cuma ada 1 lagu, judulnya &#39;I Wish&#39; setahun terakhir ini, Hiro mendekam di studio untuk menyempurnakan lagu itu.</p>

<p>Kalo denger lagu itu, kayak Hiro lagi ngomong sama Zilia kalau dia nggak mau terjebak di Zona Teman lagi. Hiro mengungkapkan semua perasaan yang bercokol dalam hatinya selama bertahun-tahun dalam lagu itu. Siapapun yang denger lagu itu dan udah deket sama Hiro pasti tau itu curhatan Hiro dari apa yang sudah dia rasakan selama bertahun-tahun berteman sama Rio dan berada di-friendzone oleh kakaknya Rio. awalnya memang nggak papa, tapi semakin banyak saingan Rio, semakin anak ini kepingin menyaingi orang-orang yang masuk dalam sekte pemuja Zilia.</p>

<hr/>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kokojeikob.writeas.com/d9f4ucrkchkxuz4o</guid>
      <pubDate>Thu, 17 Sep 2020 03:47:24 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Semalam Sebelum Liga Basket Antar Angkatan</title>
      <link>https://kokojeikob.writeas.com/semalam-sebelum-liga-basket-antar-angkatan?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Semalam Sebelum Liga Basket Antar Angkatan&#xA;By: #JayWriter&#xA;&#xA;&#34;Gue nggak punya jersey angkatan,&#34; Zilia merajuk sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya di atas meja makan.&#xA;&#34;Kita kan ikut tanding semua, Zi,&#34; Kevin berujar sembari membantu Niel beres-beres meja makan.&#xA;&#34;Eh, bener juga ya. kalo gitu pake yang dikasih sama Kak Jacie aja ya?&#34; Zilia tersenyum sembari beranjak dari tempat duduknya dan mengambil lap microfiber berwarna pink mentereng yang tergantung di samping wastafel.&#xA;&#34;Yes, pake itu aja,&#34; Niel mengangguk. &#34;Nanti gue dandanin lu biar ga plain-plain banget.&#34;&#xA;&#34;Oke Nyel, I entrusted the fashion part to you,&#34; Zili manggut-manggut sambil ngelap meja. &#xA;&#34;Habis beres-beres ke teras yuk, bintangnya bagus,&#34; ajak Jamie sambil setengah berbisik pada Zilia.&#xA;&#xA;setelah usai merapikan ruang makan, Kevin dan Niel kembali ke kamar mereka masing-masing. Waktu yang lainnya udah masuk ke kamar, Kyu segera meraih tangan Zilia dan menarik lengan gadis itu pelan sembari membimbingnya ke kebun belakang rumah kontrakan. Kyu menarik bangku bambu berpelitur hitam dan menyuruh sahabatnya itu duduk di bangku itu dan segera menarik bangku lain untuk duduk di samping Zilia. &#xA;&#xA;&#34;Katanya bintangnya bagus, Kak Hayden yang bilang. katanya Zili suka bintang,&#34; pemilik nama Quentin James itu berujar sambil tersenyum.&#xA;&#34;Zili kangen mom,&#34; Zilia menatap ke langit sambil menahan bulir air matanya turun membasahi pipinya.&#xA;&#34;Tante udah titip Zilia ke Jamie, Niel, Kak Hayden dan Rio. Zilia nggak sendiri,&#34; Pemuda itu berujar sambil berjongkok di hadapan Zilia. kedua tangannya merengkuh tubuh mungil Zilia di dalam pelukannya. dan seketika, tangisan zilia pecah. kaos hitam yang saat itu dikenakan oleh Kyu basah oleh airmata Zilia.&#xA;&#34;Jamie ga akan ninggalin Zilia kan?&#34; Zilia berujar ditengah isak tangisnya.&#xA;&#34;Nggak, Jamie disini. dan selalu di sini. Jamie ga akan ninggalin Zilia,&#34; Kyu dengan penuh afeksi mengecup puncak kepala Zilia, kayak orang pacaran kan? tapi kenyataannya, mereka masih dalam zona-teman alias friendzone. &#xA;&#xA;Jamie menatap sahabatnya itu dalam-dalam. Tapi yang ditatap malah mengalihkan matanya dari pandangan tajam wira berambut kecoklatan di hadapannya sembari mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba jadi cepet gara-gara tatapan tajam Jamie. Dalam lubuk hati Zilia yang terdalam, ada bibit-bibit rasa sayang dan nggak pengen Jamie jadi milik orang lain. Dia tau rasanya kehilangan orang yang dia sayang. Ia tau rasanya ditinggalkan orang-orang yang dianggapnya teman, tempatnya bersandar ketika mereka menemukan yang lebih sempurna dan tidak berkekurangan seperti Zilia. &#xA;&#xA;&#34;Diluar sana, banyak yang lebih sempurna dari Zilia. kenapa Jamie mau temenan sama Zilia yang kata mereka adalah monster, virus dan harus dijauhin?&#34; lirih gadis berusia 22 tahun itu sembari memainkan lengan sweaternya.&#xA;&#34;Tuhan kasih Jamie sahabat terbaik. Sahabat yang waktu TK dulu mukul Jordy karena ngerebut makanan Jamie. Jamie ga mau posisimu digantiin orang lain. Jamie ga butuh orang yang sempurna buat jadi sahabat. Jamie butuh Zilia,&#34; Jamie meraih tangan Zilia dan menarik lengan bajunya. &#34;Kamu dan lukamu, adalah bagian dari proses pendewasaan. aku bersyukur sahabatku Zilia, bukan yang lain. kalo digandeng Jamie, jangan dilepas ya.&#34; senyum manis Jamie terlukis di wajahnya disusul dengan lesung pipit manis yang terlihat mewarnai wajahnya. &#xA;&#xA;Zilia hanya mengangguk dalam diam. ada semu merah jambu di pipinya. Diam-diam ia merekam wajah menggemaskan Jamie yang tersenyum padanya. Menolak untuk melupakan momen ini. Siapa yang bisa menolak suka pada cowok satu itu. senyumnya aja sudah bikin jantung berdisko. pun  caranya memperlakukan sahabat dan teman-temannya pun bisa membuat orang yang baru kenal sekalipun jatuh hati padanya. Jamie kemudian menggenggam tangan mungil Zilia dan membimbing gadis itu masuk ke dalam rumah kontrakan mereka. &#xA;&#xA;------&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Semalam Sebelum Liga Basket Antar Angkatan
By: <a href="https://kokojeikob.writeas.com/tag:JayWriter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">JayWriter</span></a></p>

<p>“Gue nggak punya jersey angkatan,” Zilia merajuk sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya di atas meja makan.
“Kita kan ikut tanding semua, Zi,” Kevin berujar sembari membantu Niel beres-beres meja makan.
“Eh, bener juga ya. kalo gitu pake yang dikasih sama Kak Jacie aja ya?” Zilia tersenyum sembari beranjak dari tempat duduknya dan mengambil lap microfiber berwarna pink mentereng yang tergantung di samping wastafel.
“Yes, pake itu aja,” Niel mengangguk. “Nanti gue dandanin lu biar ga plain-plain banget.”
“Oke Nyel, I entrusted the fashion part to you,” Zili manggut-manggut sambil ngelap meja.
“Habis beres-beres ke teras yuk, bintangnya bagus,” ajak Jamie sambil setengah berbisik pada Zilia.</p>

<p>setelah usai merapikan ruang makan, Kevin dan Niel kembali ke kamar mereka masing-masing. Waktu yang lainnya udah masuk ke kamar, Kyu segera meraih tangan Zilia dan menarik lengan gadis itu pelan sembari membimbingnya ke kebun belakang rumah kontrakan. Kyu menarik bangku bambu berpelitur hitam dan menyuruh sahabatnya itu duduk di bangku itu dan segera menarik bangku lain untuk duduk di samping Zilia.</p>

<p>“Katanya bintangnya bagus, Kak Hayden yang bilang. katanya Zili suka bintang,” pemilik nama Quentin James itu berujar sambil tersenyum.
“Zili kangen mom,” Zilia menatap ke langit sambil menahan bulir air matanya turun membasahi pipinya.
“Tante udah titip Zilia ke Jamie, Niel, Kak Hayden dan Rio. Zilia nggak sendiri,” Pemuda itu berujar sambil berjongkok di hadapan Zilia. kedua tangannya merengkuh tubuh mungil Zilia di dalam pelukannya. dan seketika, tangisan zilia pecah. kaos hitam yang saat itu dikenakan oleh Kyu basah oleh airmata Zilia.
“Jamie ga akan ninggalin Zilia kan?” Zilia berujar ditengah isak tangisnya.
“Nggak, Jamie disini. dan selalu di sini. Jamie ga akan ninggalin Zilia,” Kyu dengan penuh afeksi mengecup puncak kepala Zilia, kayak orang pacaran kan? tapi kenyataannya, mereka masih dalam zona-teman alias friendzone.</p>

<p>Jamie menatap sahabatnya itu dalam-dalam. Tapi yang ditatap malah mengalihkan matanya dari pandangan tajam wira berambut kecoklatan di hadapannya sembari mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba jadi cepet gara-gara tatapan tajam Jamie. Dalam lubuk hati Zilia yang terdalam, ada bibit-bibit rasa sayang dan nggak pengen Jamie jadi milik orang lain. Dia tau rasanya kehilangan orang yang dia sayang. Ia tau rasanya ditinggalkan orang-orang yang dianggapnya teman, tempatnya bersandar ketika mereka menemukan yang lebih sempurna dan tidak berkekurangan seperti Zilia.</p>

<p>“Diluar sana, banyak yang lebih sempurna dari Zilia. kenapa Jamie mau temenan sama Zilia yang kata mereka adalah monster, virus dan harus dijauhin?” lirih gadis berusia 22 tahun itu sembari memainkan lengan sweaternya.
“Tuhan kasih Jamie sahabat terbaik. Sahabat yang waktu TK dulu mukul Jordy karena ngerebut makanan Jamie. Jamie ga mau posisimu digantiin orang lain. Jamie ga butuh orang yang sempurna buat jadi sahabat. Jamie butuh Zilia,” Jamie meraih tangan Zilia dan menarik lengan bajunya. “Kamu dan lukamu, adalah bagian dari proses pendewasaan. aku bersyukur sahabatku Zilia, bukan yang lain. kalo digandeng Jamie, jangan dilepas ya.” senyum manis Jamie terlukis di wajahnya disusul dengan lesung pipit manis yang terlihat mewarnai wajahnya.</p>

<p>Zilia hanya mengangguk dalam diam. ada semu merah jambu di pipinya. Diam-diam ia merekam wajah menggemaskan Jamie yang tersenyum padanya. Menolak untuk melupakan momen ini. Siapa yang bisa menolak suka pada cowok satu itu. senyumnya aja sudah bikin jantung berdisko. pun  caranya memperlakukan sahabat dan teman-temannya pun bisa membuat orang yang baru kenal sekalipun jatuh hati padanya. Jamie kemudian menggenggam tangan mungil Zilia dan membimbing gadis itu masuk ke dalam rumah kontrakan mereka.</p>

<hr/>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kokojeikob.writeas.com/semalam-sebelum-liga-basket-antar-angkatan</guid>
      <pubDate>Tue, 15 Sep 2020 02:12:44 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>ADHD</title>
      <link>https://kokojeikob.writeas.com/adhd?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[ADHD&#xA;By: #JayWriter&#xA;&#xA;-- Ini kejadian 10 tahun yang lalu. dikelas&#xA;&#xA;&#34;Emang bener kata orang-orang? Lo beneran Autis?&#34; Nana memandang Zilia dengan wajah menghakimi. ia sengaja pake suara keras-keras biar sekelas denger. matanya memandang Zilia seakan-akan Zilia itu orang aneh dari planet mana gitu. ini bukan pertama kalinya Zilia diginiin sama temen sekelasnya.&#xA;&#34;Gue nggak Autis, ADHD,&#34; Kilah Zilia. dia kesal setiap kali orang mengira kelainan yang diidapnya adalah spektrum Autisme. &#34;Jelas-jelas banget bedanya,&#34; ungkapnya melawan argumen Nana.&#xA;&#34;Ih Zilia Idiot!&#34; kilah Rasya sambil nyengir jahat ke Zilia. sementara yang punya nama cuma diam dan menunduk.&#xA;&#34;Lo ga pantes punya temen, Zilia. anak idiot pantesnya dikucilin,&#34; Erlin terkekeh sambil menoyor kepala Zilia yang kemudian ditepis oleh Kyu.&#xA;&#34;Nggak usah pegang-pegang Zilia!&#34; Kyu kemudian menarik Zilia ke dalam pelukannya. Zilia hanya menunduk sambil menggaruk-garuk pergelangan tangannya dengan kukunya yang sebenernya nggak terlalu tajam.&#xA;&#34;Ih Virus!&#34; Sion yang duduk di bangku belakangnya berteriak. &#34;Jangan deketan Zilia! dia Virus!&#34; &#xA;&#xA;             Tangan kirinya semakin gemetar dan gusar menggaruk tangan kanannya yang kini sudah lecet-lecet, merah dan pastinya perih sekali. Bibirnya terkatup rapat. Dia nggak bisa apa-apa. Sion dan orang tuanya punya pengaruh besar di kelas. nggak mungkin, dia mukul Sion. Yang ada dia dikeluarkan dari sekolah kalau sampai itu terjadi. &#xA;&#xA;&#34;SION LU IKUT GUA KE LUAR SEKARANG,&#34; Niel berteriak sembari menarik kerah baju Sion supaya anaknya ikut keluar dari kelas.&#xA;&#xA;                Untungnya, disamping Zilia selalu ada  Kyu dan Niel. sementara Niel mengurus Sion si mulut bedebah itu, Kyu dengan sigap memeluk dan menutup kedua telinga Zilia dengan earphone dan memutar lagu dengan volume paling keras. Niel menatap Sion dengan wajah menantang dan melayangkan tinjunya tepat di hidung Sion. &#xA;&#xA; &#34;Heh! Bencong!! Mau lu apa?&#34; Sion berteriak keras.&#xA;&#34;Mau gue, lu ngerasain sakitnya jadi Zilia. Kekurangan dia bukan berarti ada untuk lu hina.&#34; /Bugh/ Niel melayangkan tinju keduanya.&#xA;&#34;Mulut punya gue. gue bebas mau ngomong apa aja,&#34; Sion balas berteriak dan balas meninju Niel. beruntung Niel ikut kelas wushu dan berhasil mengelak sebelum mengunci gerakan Sion dengan mengunci kedua tangan si gempal itu di belakang punggungnya. &#xA;&#34;Sion, lu nggak ada hak ngatain Zilia karena lu nggak ngerasain jadi dia. lu nggak ngerasain capek dan pusingnya berobat supaya dia terlihat normal seperti kita.&#34; Niel berseru. &#34;Sekali lagi lo ngatain Zilia kayak gitu lagi, lu bukan cuma berhadapan sama gue.&#34; Niel melepaskan kedua tangan Sion dan meninggalkan Sion yang masih kaget melihat Niel yang terlihat soft di luaran ternyata bisa garang juga.&#xA;&#xA;                  di dalam kelas, Zili masih menangis di dalam pelukan Kyu. Usahanya untuk jadi normal seperti orang lain sia-sia. Kasian Mommy dan Dad yang sering bolak-balik antar Zilia ke rumah sakit untuk konsultasi dengan Psikiater. Entah sudah berapa banyak obat yang harus dikonsumsi Zilia untuk meredam kelemahannya. Belum lagi terapi yang melelahkan yang harus ia lakukan. Zilia cuma punya Kokonya, Rio, Kyu dan Niel saat ini. &#xA;&#xA;&#34;Zi, udah ya, jangan dipikirin. kan Jamie disini,&#34; Kyu merengkuh gadis itu dalam pelukannya.&#xA;&#34;huhuhu,&#34; Zilia masih sesenggukan. pergelangan tangannya penuh dengan luka baru dan bekas luka lama yang sudah berubah menjadi keloit kecoklatan.  &#xA;&#34;Niel udah marahin Sion, kok!&#34; Niel masuk dan membelai rambut Zilia. &#xA;&#34;Zil, Aku nggak akan ninggalin kamu,&#34; Kyu melepas pelukannya dan menatap wajah sang gadis sembari menghapus airmatanya. &#34;Jamie nggak akan pergi ninggalin Zilia.&#34; ia berbisik lembut di telinga Zilia. ditengah tangisnya, gadis itu bisa merasakan jantungnya berdegup dua kali lebih kencang dari biasanya.&#xA;&#xA;-----&#xA;&#xA;Hari itu, hinaan buat Zilia memang berhenti Sesaat berkat ancaman Niel ke Sion. Tanpa mereka bertiga ketahui, Sion nyari bala bantuan dari kakak kelas. Beberapa dari komplotannya Sion merupakan cowok-cowok berbadan besar yang tentunya dua kali lebih kekar dari Nathaniel. Di hari yang sama, kehebohan juga terjadi di ruang kelas Jerry, Joel dan Hayden. Ternyata, Sion mau merekrut Daffa, si anak Taekwondo berbadan besar untuk menjadi bala bantuannya.&#xA;&#xA;&#34;Ada apa nih, ribut-ribut?&#34; Tanya Jerry yang emang dasarnya kepo setengah mati.&#xA;&#34;Je, itu ada anak kelas 7 nyari Daffa, katanya sih dia habis dipukul sama Nathaniel. habis ngatain adiknya Hayden,&#34; Ujar Tania sambil menunjuk ke ambang pintu kelas 8C, kelas mereka bertiga.&#xA;&#xA;-BRAK-&#xA;&#xA;Hayden yang tadinya diem-diem sambil gambar-gambar di mejanya, tepat di belakang Tania langsung menggebrak mejanya dan bangkit berdiri. &#34;Bilang ke gue, siapa yang gangguin Zilia!&#34; sentaknya geram. &#xA;&#34;Itu, Den. lagi ada di depan pintu, kayaknya dia mau ajak Daffa buat gangguin adik Lo,&#34; Tania berujar dengan gemetar. Baru sekali dia melihat kedua manik mata Hayden penuh amarah seperti itu.&#xA;&#34;Den,&#34; Jerry dan Joel serempak berusaha menahan Hayden yang berjalan cepat ke arah Sion.&#xA;&#34;Lepas!&#34; suara Hayden gak keras tapi berhasil membuat kedua temannya mengalihkan tatapan mereka dari tatapan kedua manik mata kecoklatan miliknya yang kini dibakar oleh amarah.&#xA;&#xA;Hayden nggak kelihatan marah sama sekali. raut mukanya masih terlihat tenang. tapi di bola matanya ada amarah membara yang bisa kerasa panasnya dari jauh. Hayden semakin mendekat ke arah Daffa dan Sion yang tengah asyik membincangkan sesuatu.&#xA;&#xA;&#34;Daf, kayaknya lu ngobrol asik banget,&#34; Hayden bersandar di tembok di sebelah papan tulis yang mana hanya beberapa meter dari Daffa. &#34;Kayaknya seru banget, sama adek kelas lagi.&#34;&#xA;&#34;Hai kak, ada anak bandel di kelas nih, kita mau nyingkirin dia rencananya,&#34; Lancar banget si Sion ini ngibulin. dikira Hayden bisa apa dikibulin kayak gitu.&#xA;&#34;Kayaknya tadi gue denger nama Zilia disebut-sebut,&#34; Hayden menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya. Hayden perlahan berjalan mendekat ke mereka berdua. &#34;Kok diem?&#34; &#xA;&#34;Kakak mau ikutan?&#34; Sion dengan cengiran jahatnya mengajak Hayden. nggak tau mungkin kalo Hayden ini kakaknya orang yang mau dia siksa.&#xA;&#xA;-BRAK-&#xA;&#xA;Hayden memukul ambang pintu kayu kelasnya sampai suara pukulannya menggema ke seluruh penjuru kelas. &#34;Jangan sentuh Zilia atau gue nggak akan tinggal diam. Gue nggak perduli lo anaknya yang punya sekolah ini atau apapun itu. Zilia udah cukup menderita gara-gara lo dan temen-temen lo. gue bisa bawa ini ke jalur hukum, kalo gue mau.&#34; ancam Hayden.&#xA;&#xA;dengan itu, seluruh rencana busuk Sion hangus dimakan amarah Hayden.&#xA;&#xA;------&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>ADHD
By: <a href="https://kokojeikob.writeas.com/tag:JayWriter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">JayWriter</span></a></p>

<p>— Ini kejadian 10 tahun yang lalu. dikelas</p>

<p>“Emang bener kata orang-orang? Lo beneran Autis?” Nana memandang Zilia dengan wajah menghakimi. ia sengaja pake suara keras-keras biar sekelas denger. matanya memandang Zilia seakan-akan Zilia itu orang aneh dari planet mana gitu. ini bukan pertama kalinya Zilia diginiin sama temen sekelasnya.
“Gue nggak Autis, ADHD,” Kilah Zilia. dia kesal setiap kali orang mengira kelainan yang diidapnya adalah spektrum Autisme. “Jelas-jelas banget bedanya,” ungkapnya melawan argumen Nana.
“Ih Zilia Idiot!” kilah Rasya sambil nyengir jahat ke Zilia. sementara yang punya nama cuma diam dan menunduk.
“Lo ga pantes punya temen, Zilia. anak idiot pantesnya dikucilin,” Erlin terkekeh sambil menoyor kepala Zilia yang kemudian ditepis oleh Kyu.
“Nggak usah pegang-pegang Zilia!” Kyu kemudian menarik Zilia ke dalam pelukannya. Zilia hanya menunduk sambil menggaruk-garuk pergelangan tangannya dengan kukunya yang sebenernya nggak terlalu tajam.
“Ih Virus!” Sion yang duduk di bangku belakangnya berteriak. “Jangan deketan Zilia! dia Virus!”</p>

<p>             Tangan kirinya semakin gemetar dan gusar menggaruk tangan kanannya yang kini sudah lecet-lecet, merah dan pastinya perih sekali. Bibirnya terkatup rapat. Dia nggak bisa apa-apa. Sion dan orang tuanya punya pengaruh besar di kelas. nggak mungkin, dia mukul Sion. Yang ada dia dikeluarkan dari sekolah kalau sampai itu terjadi.</p>

<p>“SION LU IKUT GUA KE LUAR SEKARANG,” Niel berteriak sembari menarik kerah baju Sion supaya anaknya ikut keluar dari kelas.</p>

<p>                Untungnya, disamping Zilia selalu ada  Kyu dan Niel. sementara Niel mengurus Sion si mulut bedebah itu, Kyu dengan sigap memeluk dan menutup kedua telinga Zilia dengan earphone dan memutar lagu dengan volume paling keras. Niel menatap Sion dengan wajah menantang dan melayangkan tinjunya tepat di hidung Sion.</p>

<p> “Heh! Bencong!! Mau lu apa?” Sion berteriak keras.
“Mau gue, lu ngerasain sakitnya jadi Zilia. Kekurangan dia bukan berarti ada untuk lu hina.” /Bugh/ Niel melayangkan tinju keduanya.
“Mulut punya gue. gue bebas mau ngomong apa aja,” Sion balas berteriak dan balas meninju Niel. beruntung Niel ikut kelas wushu dan berhasil mengelak sebelum mengunci gerakan Sion dengan mengunci kedua tangan si gempal itu di belakang punggungnya.
“Sion, lu nggak ada hak ngatain Zilia karena lu nggak ngerasain jadi dia. lu nggak ngerasain capek dan pusingnya berobat supaya dia terlihat normal seperti kita.” Niel berseru. “Sekali lagi lo ngatain Zilia kayak gitu lagi, lu bukan cuma berhadapan sama gue.” Niel melepaskan kedua tangan Sion dan meninggalkan Sion yang masih kaget melihat Niel yang terlihat soft di luaran ternyata bisa garang juga.</p>

<p>                  di dalam kelas, Zili masih menangis di dalam pelukan Kyu. Usahanya untuk jadi normal seperti orang lain sia-sia. Kasian Mommy dan Dad yang sering bolak-balik antar Zilia ke rumah sakit untuk konsultasi dengan Psikiater. Entah sudah berapa banyak obat yang harus dikonsumsi Zilia untuk meredam kelemahannya. Belum lagi terapi yang melelahkan yang harus ia lakukan. Zilia cuma punya Kokonya, Rio, Kyu dan Niel saat ini.</p>

<p>“Zi, udah ya, jangan dipikirin. kan Jamie disini,” Kyu merengkuh gadis itu dalam pelukannya.
“huhuhu,” Zilia masih sesenggukan. pergelangan tangannya penuh dengan luka baru dan bekas luka lama yang sudah berubah menjadi keloit kecoklatan.<br/>
“Niel udah marahin Sion, kok!” Niel masuk dan membelai rambut Zilia.
“Zil, Aku nggak akan ninggalin kamu,” Kyu melepas pelukannya dan menatap wajah sang gadis sembari menghapus airmatanya. “Jamie nggak akan pergi ninggalin Zilia.” ia berbisik lembut di telinga Zilia. ditengah tangisnya, gadis itu bisa merasakan jantungnya berdegup dua kali lebih kencang dari biasanya.</p>

<hr/>

<p>Hari itu, hinaan buat Zilia memang berhenti Sesaat berkat ancaman Niel ke Sion. Tanpa mereka bertiga ketahui, Sion nyari bala bantuan dari kakak kelas. Beberapa dari komplotannya Sion merupakan cowok-cowok berbadan besar yang tentunya dua kali lebih kekar dari Nathaniel. Di hari yang sama, kehebohan juga terjadi di ruang kelas Jerry, Joel dan Hayden. Ternyata, Sion mau merekrut Daffa, si anak Taekwondo berbadan besar untuk menjadi bala bantuannya.</p>

<p>“Ada apa nih, ribut-ribut?” Tanya Jerry yang emang dasarnya kepo setengah mati.
“Je, itu ada anak kelas 7 nyari Daffa, katanya sih dia habis dipukul sama Nathaniel. habis ngatain adiknya Hayden,” Ujar Tania sambil menunjuk ke ambang pintu kelas 8C, kelas mereka bertiga.</p>

<p>-BRAK-</p>

<p>Hayden yang tadinya diem-diem sambil gambar-gambar di mejanya, tepat di belakang Tania langsung menggebrak mejanya dan bangkit berdiri. “Bilang ke gue, siapa yang gangguin Zilia!” sentaknya geram.
“Itu, Den. lagi ada di depan pintu, kayaknya dia mau ajak Daffa buat gangguin adik Lo,” Tania berujar dengan gemetar. Baru sekali dia melihat kedua manik mata Hayden penuh amarah seperti itu.
“Den,” Jerry dan Joel serempak berusaha menahan Hayden yang berjalan cepat ke arah Sion.
“Lepas!” suara Hayden gak keras tapi berhasil membuat kedua temannya mengalihkan tatapan mereka dari tatapan kedua manik mata kecoklatan miliknya yang kini dibakar oleh amarah.</p>

<p>Hayden nggak kelihatan marah sama sekali. raut mukanya masih terlihat tenang. tapi di bola matanya ada amarah membara yang bisa kerasa panasnya dari jauh. Hayden semakin mendekat ke arah Daffa dan Sion yang tengah asyik membincangkan sesuatu.</p>

<p>“Daf, kayaknya lu ngobrol asik banget,” Hayden bersandar di tembok di sebelah papan tulis yang mana hanya beberapa meter dari Daffa. “Kayaknya seru banget, sama adek kelas lagi.”
“Hai kak, ada anak bandel di kelas nih, kita mau nyingkirin dia rencananya,” Lancar banget si Sion ini ngibulin. dikira Hayden bisa apa dikibulin kayak gitu.
“Kayaknya tadi gue denger nama Zilia disebut-sebut,” Hayden menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya. Hayden perlahan berjalan mendekat ke mereka berdua. “Kok diem?”
“Kakak mau ikutan?” Sion dengan cengiran jahatnya mengajak Hayden. nggak tau mungkin kalo Hayden ini kakaknya orang yang mau dia siksa.</p>

<p>-BRAK-</p>

<p>Hayden memukul ambang pintu kayu kelasnya sampai suara pukulannya menggema ke seluruh penjuru kelas. “Jangan sentuh Zilia atau gue nggak akan tinggal diam. Gue nggak perduli lo anaknya yang punya sekolah ini atau apapun itu. Zilia udah cukup menderita gara-gara lo dan temen-temen lo. gue bisa bawa ini ke jalur hukum, kalo gue mau.” ancam Hayden.</p>

<p>dengan itu, seluruh rencana busuk Sion hangus dimakan amarah Hayden.</p>

<hr/>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kokojeikob.writeas.com/adhd</guid>
      <pubDate>Thu, 10 Sep 2020 15:11:36 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>The Keanights and Princess Kiandra.</title>
      <link>https://kokojeikob.writeas.com/the-keanights-and-princess-kiandra?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[The Keanights and Princess Kiandra.&#xA;by: #Jaywriter&#xA;&#xA;              Sosok Hayden dan Zilia mungkin akan sering terlihat seiring dengan perkembangan kisah ini. Namun, Mommy dan Daddy ga cuma punya Hayden dan Zilia. Ada si kecil Dimas Ario Keandra yang akrab dipanggil Rio. Rio ini si bungsu yang beda usianya 2 tahun terpaut dari Zilia. Rio ga terlalu akrab sama Mommy. Mommy meninggal waktu umur Rio baru 12, baru banget lulus SD. Saat itu, Rio harus belajar di rumah sakit karena Rio nggak tega lihat Dad dan kedua kakaknya menjaga Mommy. Kehilangan Mommy di usia yang sangat muda membuat tiga bersaudara ini diam-diam nggak tega lihat Daddy mereka berusaha menghidupi keluarga mereka sendirian.&#xA;              Hayden waktu itu baru aja Lulus SMP dan mau masuk SMA. Ia belajar mati-matian supaya bisa masuk SMA negeri favoritnya via jalur beasiswa. nggak cuma itu, si sulung yang wajahnya tampan dan bikin hati cewek-cewek adem ini berusaha cari kerja paruh waktu jadi pramuniaga di sebuah pasar swalayan ternama di dekat rumahnya sepulang sekolah. Melihat kakak dan ayahnya kerja banting tulang, Zilia yang saat itu baru mau masuk kelas 9 pun nggak mau tinggal diam juga. sepulang sekolah, usai belajar, Zilia ngumpet di dapur, dengan bantuan Bi Ijah, Asisten Rumah Tangga di rumah mereka, Zilia bikin cookies dan dijual di sekolah. hasil penjualan itu, ia pakai sebagai uang tambahan. jadi, Zilia nggak pernah minta tambah uang jajan ke Dad. &#xA;              Nggak jarang Rio menemukan kedua kakaknya itu ketiduran di sofa dengan wajah yang lelah sambil memeluk tubuh satu-sama lain. melihat kedua kakaknya ini begitu berusaha keras untuk membantu ayahnya, Rio nggak pernah tinggal diam kalau liat kakak-kakaknya diganggu orang. dari mereka kecil, kalau Zilia diisengin atau dianggap remeh sama teman-temannya karena sambil sekolah sambil jual kue kering, Rio selalu pasang badan dan teriak, &#34;Woi! kalo mau hina kakak gue, awas ya lo,&#34; terus dia akan maju dan mukul orang-orang iseng itu. bodo amat badan mereka lebih besar dari Rio. Rio akan pasang badan dan pukul tanpa ragu. Hayden sering dipanggil kepala sekolah karena kasus  Rio berantem. nggak jarang Rio pulang sekolah dengan wajah babak belur dan terima ceramah dari Zilia. &#xA;              Kalau ZIlia mulai ceramah di depan Rio, Rio akan dengan tegas membalas begini, &#34;Gue ga peduli muka gue babak belur atau kenapa-napa. Gue pedulinya kakak gue, tuan putri Kiandra, yang berjuang dan ga dapet penghargaan yang setimpal malah dihina.&#34; habis denger itu, Zilia akan langsung berhenti ngomel terus meluk Rio sambil nangis dan bilang makasih. yang akan dibalas Rio, &#34;Kakak sayang, lu nangis aja cantik. tapi lu lebih pantas tersenyum. lu pantas bahagia.&#34;&#xA;            Buat Hayden, meskipun adik perempuannya itu berisik dan kadang menyebalkan, sosok Zilia adalah sosok yang mampu membuat seorang Hayden kalang kabut, panik, dan punya suasana hati tak menentu. kenapa? dulu waktu usia Hayden 3 tahun, dia berdoa ke Tuhan minta adik perempuan. Dalam janji itu, Hayden bersumpah sama Tuhan kalau dia akan sayang dan menjaga adiknya dengan sangat. waktu Zilia lahir setahun kemudian, Hayden bahagia banget. kalau menurut Mommy dan Dad, si Koko satu ini sangat amat posesif sampe kadang mama dan papanya nggak boleh deket-deket sama Zilia karena Hayden pengen terus disamping ZIlia. sampai sekarang pun begitu. cuma, cara Hayden melindungi Zilia nggak seperti Rio yang pasang badan dan main jotos. Hayden lebih serem sih, dia gak akan segan ambil jalur hukum (ancam doang sih) kalau ada yang ngapa-ngapain adik perempuannya itu.&#xA;----&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>The Keanights and Princess Kiandra.
by: <a href="https://kokojeikob.writeas.com/tag:Jaywriter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Jaywriter</span></a></p>

<p>              Sosok Hayden dan Zilia mungkin akan sering terlihat seiring dengan perkembangan kisah ini. Namun, Mommy dan Daddy ga cuma punya Hayden dan Zilia. Ada si kecil Dimas Ario Keandra yang akrab dipanggil Rio. Rio ini si bungsu yang beda usianya 2 tahun terpaut dari Zilia. Rio ga terlalu akrab sama Mommy. Mommy meninggal waktu umur Rio baru 12, baru banget lulus SD. Saat itu, Rio harus belajar di rumah sakit karena Rio nggak tega lihat Dad dan kedua kakaknya menjaga Mommy. Kehilangan Mommy di usia yang sangat muda membuat tiga bersaudara ini diam-diam nggak tega lihat Daddy mereka berusaha menghidupi keluarga mereka sendirian.
              Hayden waktu itu baru aja Lulus SMP dan mau masuk SMA. Ia belajar mati-matian supaya bisa masuk SMA negeri favoritnya via jalur beasiswa. nggak cuma itu, si sulung yang wajahnya tampan dan bikin hati cewek-cewek adem ini berusaha cari kerja paruh waktu jadi pramuniaga di sebuah pasar swalayan ternama di dekat rumahnya sepulang sekolah. Melihat kakak dan ayahnya kerja banting tulang, Zilia yang saat itu baru mau masuk kelas 9 pun nggak mau tinggal diam juga. sepulang sekolah, usai belajar, Zilia ngumpet di dapur, dengan bantuan Bi Ijah, Asisten Rumah Tangga di rumah mereka, Zilia bikin cookies dan dijual di sekolah. hasil penjualan itu, ia pakai sebagai uang tambahan. jadi, Zilia nggak pernah minta tambah uang jajan ke Dad.
              Nggak jarang Rio menemukan kedua kakaknya itu ketiduran di sofa dengan wajah yang lelah sambil memeluk tubuh satu-sama lain. melihat kedua kakaknya ini begitu berusaha keras untuk membantu ayahnya, Rio nggak pernah tinggal diam kalau liat kakak-kakaknya diganggu orang. dari mereka kecil, kalau Zilia diisengin atau dianggap remeh sama teman-temannya karena sambil sekolah sambil jual kue kering, Rio selalu pasang badan dan teriak, “Woi! kalo mau hina kakak gue, awas ya lo,” terus dia akan maju dan mukul orang-orang iseng itu. bodo amat badan mereka lebih besar dari Rio. Rio akan pasang badan dan pukul tanpa ragu. Hayden sering dipanggil kepala sekolah karena kasus  Rio berantem. nggak jarang Rio pulang sekolah dengan wajah babak belur dan terima ceramah dari Zilia.
              Kalau ZIlia mulai ceramah di depan Rio, Rio akan dengan tegas membalas begini, “Gue ga peduli muka gue babak belur atau kenapa-napa. Gue pedulinya kakak gue, tuan putri Kiandra, yang berjuang dan ga dapet penghargaan yang setimpal malah dihina.” habis denger itu, Zilia akan langsung berhenti ngomel terus meluk Rio sambil nangis dan bilang makasih. yang akan dibalas Rio, “Kakak sayang, lu nangis aja cantik. tapi lu lebih pantas tersenyum. lu pantas bahagia.”
            Buat Hayden, meskipun adik perempuannya itu berisik dan kadang menyebalkan, sosok Zilia adalah sosok yang mampu membuat seorang Hayden kalang kabut, panik, dan punya suasana hati tak menentu. kenapa? dulu waktu usia Hayden 3 tahun, dia berdoa ke Tuhan minta adik perempuan. Dalam janji itu, Hayden bersumpah sama Tuhan kalau dia akan sayang dan menjaga adiknya dengan sangat. waktu Zilia lahir setahun kemudian, Hayden bahagia banget. kalau menurut Mommy dan Dad, si Koko satu ini sangat amat posesif sampe kadang mama dan papanya nggak boleh deket-deket sama Zilia karena Hayden pengen terus disamping ZIlia. sampai sekarang pun begitu. cuma, cara Hayden melindungi Zilia nggak seperti Rio yang pasang badan dan main jotos. Hayden lebih serem sih, dia gak akan segan ambil jalur hukum (ancam doang sih) kalau ada yang ngapa-ngapain adik perempuannya itu.</p>

<hr/>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kokojeikob.writeas.com/the-keanights-and-princess-kiandra</guid>
      <pubDate>Thu, 10 Sep 2020 04:18:09 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Kebiasaan</title>
      <link>https://kokojeikob.writeas.com/kebiasaan?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Kebiasaan&#xA;by: #JayWriter&#xA;&#xA;            Suasana Kontrakan Berempat hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya. Kevin, Nathaniel, Quentin dan Zilia yang berebut dulu-duluan mandi kalau pagi, perdebatan simpel soal sereal duluan atau susu duluan di waktu sarapan, ataupun perdebatan jadwal kelas. Orang-orang heran mengapa Zilia diizinkan Mommy dan Daddy nya untuk tinggal di sarang penyamun seperti saat itu. Alasan pertamanya sudah pasti karena Dad dan Mommy sudah kenal orang tua Nathaniel dan Quentin dari sejak anak-anak mereka baru lahir. Dad dan Ayah Niel dulu teman sekelas saat kuliah, sementara Mommy, Bunda Niel dan Mum Quentin adalah sahabat sejak Kecil. Katanya, Zilia aman kalau ada Niel dan Kyu (panggilannya Quentin). &#xA;            Bagaimana dengan Kevin? Kevin masuk ke pertemanan Zilia, Niel dan Kyu semasa mereka SMA. Kala itu, Kevin yang baru pulang dari Canada dan masuk ke sekolah mereka punya kesulitan bahasa dan bergaul. Zilia, Niel dan Kyu selalu nemenin Kevin kemanapun dan membantu Keb kalau ada kesulitan disaat yang lain ga mau sedikitpun menggubris kehadiran Keb. tiga sekawan ini sedikit banyak membuat Kevin merasa dirinya nggak masuk dalam golongan &#39;outcast&#39;. Mama Kevin bilang, &#39;Kevin, Zilia, Nathaniel and Quentin are used to being together. kalau nggak ada satu, mereka nggak akan merasa hidup mereka komplit.&#39;&#xA;            Kev juga tau kalau Mommy Zilia udah nggak ada lama sebelum mereka kenal. Dulu waktu SMA, Kev suka temenin Zili kabur pas Jam terakhir setiap tanggal 14 Maret, bareng sama Kyu dan Niel, ngapain? ya buat pergi ke Rumah Abu tempat Abu jenazah Mommy Zili disimpan. Disitulah tempat Kev melihat sosok Zili yang ceria dan kuat bisa berubah 180 derajat jadi seseorang yang sangat vulnerable dan fragile. nggak jarang sang gadis terlihat menangis waktu ia menatap loker penyimpanan abu mendiang ibunya sambil menceritakan seluruh keluh-kesahnya.&#xA;            Satu hal yang Kevin dan Niel mungkin nggak sadarin selama mereka berempat barengan. Zilia memendam perasaan pada Kyu. Entah Zilia yang pandai mengubur semua itu dalam-dalam di dalam hatinya, atau Kev, Niel dan Kyu nggak bisa membedakan perbedaan gerak-gerik dan sikap manja Zilia yang berbeda saat ia bersama Kyu. Kenapa Zilia nggak bilang aja kalau dia suka sama Kyu, terang-terangan aja?  Nggak gitu cara mainnya. kalau Zilia mengakui perasaannya, dia akan kehilangan Kyu. Persahabatan mereka akan kandas begitu saja. Semua kebiasaan ini, akan hilang begitu saja kalau Zilia tiba-tiba menyatakan atau mengakui ia punya perasaan &#39;itu pada Kyu.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan
by: <a href="https://kokojeikob.writeas.com/tag:JayWriter" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">JayWriter</span></a></p>

<p>            Suasana Kontrakan Berempat hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya. Kevin, Nathaniel, Quentin dan Zilia yang berebut dulu-duluan mandi kalau pagi, perdebatan simpel soal sereal duluan atau susu duluan di waktu sarapan, ataupun perdebatan jadwal kelas. Orang-orang heran mengapa Zilia diizinkan Mommy dan Daddy nya untuk tinggal di sarang penyamun seperti saat itu. Alasan pertamanya sudah pasti karena Dad dan Mommy sudah kenal orang tua Nathaniel dan Quentin dari sejak anak-anak mereka baru lahir. Dad dan Ayah Niel dulu teman sekelas saat kuliah, sementara Mommy, Bunda Niel dan Mum Quentin adalah sahabat sejak Kecil. Katanya, Zilia aman kalau ada Niel dan Kyu (panggilannya Quentin).
            Bagaimana dengan Kevin? Kevin masuk ke pertemanan Zilia, Niel dan Kyu semasa mereka SMA. Kala itu, Kevin yang baru pulang dari Canada dan masuk ke sekolah mereka punya kesulitan bahasa dan bergaul. Zilia, Niel dan Kyu selalu nemenin Kevin kemanapun dan membantu Keb kalau ada kesulitan disaat yang lain ga mau sedikitpun menggubris kehadiran Keb. tiga sekawan ini sedikit banyak membuat Kevin merasa dirinya nggak masuk dalam golongan &#39;outcast&#39;. Mama Kevin bilang, &#39;Kevin, Zilia, Nathaniel and Quentin are used to being together. kalau nggak ada satu, mereka nggak akan merasa hidup mereka komplit.&#39;
            Kev juga tau kalau Mommy Zilia udah nggak ada lama sebelum mereka kenal. Dulu waktu SMA, Kev suka temenin Zili kabur pas Jam terakhir setiap tanggal 14 Maret, bareng sama Kyu dan Niel, ngapain? ya buat pergi ke Rumah Abu tempat Abu jenazah Mommy Zili disimpan. Disitulah tempat Kev melihat sosok Zili yang ceria dan kuat bisa berubah 180 derajat jadi seseorang yang sangat vulnerable dan fragile. nggak jarang sang gadis terlihat menangis waktu ia menatap loker penyimpanan abu mendiang ibunya sambil menceritakan seluruh keluh-kesahnya.
            Satu hal yang Kevin dan Niel mungkin nggak sadarin selama mereka berempat barengan. Zilia memendam perasaan pada Kyu. Entah Zilia yang pandai mengubur semua itu dalam-dalam di dalam hatinya, atau Kev, Niel dan Kyu nggak bisa membedakan perbedaan gerak-gerik dan sikap manja Zilia yang berbeda saat ia bersama Kyu. Kenapa Zilia nggak bilang aja kalau dia suka sama Kyu, terang-terangan aja?  Nggak gitu cara mainnya. kalau Zilia mengakui perasaannya, dia akan kehilangan Kyu. Persahabatan mereka akan kandas begitu saja. Semua kebiasaan ini, akan hilang begitu saja kalau Zilia tiba-tiba menyatakan atau mengakui ia punya perasaan &#39;itu pada Kyu.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://kokojeikob.writeas.com/kebiasaan</guid>
      <pubDate>Thu, 10 Sep 2020 03:36:48 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>