Elisa dan Winston #Entry71– Halcyon


'Jadi tuh Kak Winston suka sama Elisa?' Tanya Nad di dalam mobil saat Brian dan Winston mengantarnya pulang.

'Uh — Eh, gimana ya?' Winston-pun salah tingkah ditanyai begitu sama Nad.

'Jawab aja, Win. Lagian kan lu suka sama dia karena biasa bareng juga kan?' timpal Brian sembari fokus menatap jalan yang mereka lalui sembari sesekali menatap ke kaca spion untuk mengecek kendaraan yang lalu-lalang di sekitar mereka.

'Gue ga akan lapor ke kak Joan. But, he most likely finds out about it on his own. soalnya you know Elisa bucin banget ke lo, kak,' Nad nyengir sambil melirik Brian untuk meng-approve agendanya ngejahilin Winston. Yang langsung disambut anggukan dan cengiran jahil dari oknum bernama Brian yang lagi nyetir di sampingnya.

'El ada di rumah kan tapi?' Brian bertanya pada Nad.

'Tadi pas gue ke studio sih dia bilang hari ini ga kemana-mana. but, who knows?' Nad menaikkan bahunya.

Sekitar 5 menit kemudian, Rubicon abu-abu itu pun tiba di depan town house sederhana di perumahan elit Beverly Hills, Los Angeles. Nad kaget karena adik tirinya yang manis itu sudah menunggu di depan rumah, kayaknya Elisa habis telfonan atau browsing tiktok di depan rumah.

'Kak, stay. jangan turun dulu, biar El ga kabur. gue dulu aja yang turun,' Nad menahan Winston dan Brian yang sudah ancang-ancang mau turun dari mobil ganteng-nya Brian.

Kenapa mobil ganteng? Elisa bilang, Brian yang udah dari sononya ganteng kalau turun dari mobil jeep warisan papanya itu kadar kegantengannya naik 200%. hehehe.

'Elisaaaa,' Nad berlari ke teras depan dan mengajak Elisa menuruni tangga teras depan. 'I got a surprise for you.'

'Apaan nih, kak Nad?' Elisa menatap Nad bingung sambil mengikuti Nad berjalan ke pelataran depan rumahnya. Dan dengan itu, kedua manik coklat muda Elisa tertutup oleh telapak tangan mungil Nad.

Setelah menutup kedua mata Elisa, Brian dan Winston turun dari mobil dan mendekat ke arah dua gadis yang berdiri di beranda rumahnya itu. dan setelah kedua pria tampan itu berdiri di hadapan mereka, Nad perlahan menurunkan tangannya.

'Ih apaan Elisa jelek banget sekarang,' Elisa menutup wajahnya saat menemukan wajah Winston tersenyum grogi di hadapannya.

'Kamu cantik kok, Tuh aku ajak Kak Winstonnya sekalian, biar El ga pake titip salam lagi,' Nad berbisik di telinga Elisa. 'Gih, ngobrol sama Kak Winston.'

'Lu masuk aja, udah diintip sama pacar-pacar lu,' Brian menyenggol Nad sambil mengedikkan bahunya ke arah jendela town house bernuansa country itu. terlihat sosok Kevin dan Kiran muncul dibalik venetian blind jendela depan.

Nad terkekeh sambil memberi sinyal supaya kedua cowok itu keluar dari persembunyian mereka dan bergabung dengan mereka. Kevin muncul dari pintu depan, pemuda itu nampak santai dengan hoodie dan celana panjangnya, sedangkan Kiran pakai celana jeans dan kaus hitam. Sementara Winston dan Elisa mulai bercengkrama dan Brian yang ikutan nimbrung, Nad berjalan dan dengan spontan memeluk pinggang Kiran dari belakang, pemuda itu terbelalak kaget.

'Maafin gue, kak. I need time to think.' Nad berujar dari balik punggung Kiran. kemudian, Nad melepas pelukan itu dan melakukan hal yang sama pada Kevin. 'Give me time, Kev. gue janji, gue nggak akan bikin kalian nunggu lama.'


Saved as: Elisa dan Winston 20/12/23 10:33 Word Count: 517 Words